Sunday, 13 July 2014

Cari

Breaking News

Mahasiswa Teriakan DPR dan SBY Penipu

JAKARTA, RIMANEWS - Inilah gaya GMNI mencela penguasa dan DPR yang zalim. Sekitar 20 orang pria tiba-tiba datang bergerombol sambil bertelanjang dada sekitar pukul 10.00 di depan gedung DPR/MPR. Tubuh mereka tampak cokelat penuh tanah yang dilumuri di sekujur tubuhnya. Kedatangan mereka cukup mendapatkan perhatian para pengunjuk rasa yang lain lantaran atribut unjuk rasa yang unik dan cara mereka berorasi.

Sambil menyeretkan kakinya, 20 pria itu berupaya menggapai pagar DPR sambil setengah merintih kesakitan. Sesampainya di depan pagar DPR, emosi mereka kemudian meluap dan mulai memukul-mukulkan tangan ke pagar besi itu. Mereka kesal, mereka berteriak, "Kalian penipu. Kami ini tidak pernah didengar. Kalian bukan wakil rakyat. Kalian penipu," ujar salah seorang koordinator kelompok ini.

Itulah aksi teatrikal yang dilakukan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Di dalam orasinya, mereka mengaku kesal lantaran aspirasinya menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak didengar. Berulang kali massa ini menunjuk DPR dan menghardik anggota dewan serta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan kata "penipu".

Saat aparat kepolisian mulai berkeliling di sekitar mereka, mereka pun mulai menghardik polisi. "Polisi mau apa? Mau tangkap kami karena kami suarakan suara rakyat. Kalian sama saja," kata demonstran lainnya.

Di sudut lainnya di DPR ada pula peserta aksi unjuk rasa dari Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMI) berjumlah 20 orang. Mereka juga melakukan aksi unik dengan menutup mulut masing-masaing dengan plaster lakban bertuliskan kata "Tolak". Ada pula dua orang mahasiswi dari kelompok ini yang melakukan aksi serupa. Sebuah spanduk panjang mereka bentangkan dengan tulisan "Tolak Kenaikan BBM Demi Kemerdekaan Rakyat 100 %".

Selain itu, di halaman DPR juga tampak sekitar 100 orang buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang tampak melakukan orasi. Arus lalu lintas di depan DPR tampak terhambat akibat aksi unjuk rasa ini. Hanya jalur bus Transjakarta yang dibuka, sementara jalur lainnya tertutup dengan kendaraan para demonstran.

Rencananya, akan ada 12.000 demonstran yang turun ke jalan hari ini dalam rangka menolak kenaikan harga BBM. Keputusan kebijakan menaikkan BBM hingga kini masih diirapatkan dalam rapat paripurna DPR.  [mam/kps]

Kata Kunci