Kecam Mendagri, PDIP Bilang Gamawan Fauzi Kutu Loncat

JAKARTA, RIMANEWS - Pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi yang memberikan surat peringatan kepada kepala daerah yang menolak kenaikan harga bahan bakar minyak dinilai tidak bisa dilakukan.

Apalagi, Mendagri juga mengancam akan memberikan tindakan tegas jika protes kepala daerah terus berlanjut pascapengesahan APBN-P.

Salah satu kepala daerah yang tetap ikut unjuk rasa menolak penaikan harga BBM adalah wali kota dan wakil wali kota Solo, Joko Widodo (Jokowi) dan FX Hadi Rudyatmo (Rudy).

"Memang Gamawan itu siapa? Berani-berani pecat Walikota. Dia itu kutu loncat," kata Ketua DPP PDIP Ribka Diah Tjiptaning saat ditemui di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (27/3).

Ia mengatakan, Jokowi dan Rudy dipilih langsung oleh rakyat dan mendapatkan 91 persen suara. "Gamawan tdk berhak memecat dia, karena itu pilihan dari rakyat," kata Ribka.

Gamawan sendiri mengaku masih memantau dukungan kepala daerah terhadap penolakan BBM. Jika penolakan ini berlanjut hingga pengesahan APBNP, ia tak segan untuk melakukan sanksi tegas berupa pemecatan.

Menurutnya, ketidaksetujuan ini termasuk pelanggaran sumpah jabatan kepala daerah. "Kalau Presiden bisa memecat dia (Gamawan), karena dipilih oleh presiden. Kalau kepala daerah itu kan suara rakyat," ujar Ketua Komisi IX DPR RI tersebut.[ian/MI]