Sunday, 13 July 2014

Cari

Breaking News

Hidayat Nur Wahid di Mata Pendiri PKS, Tak Berambisi Kekuasaan Tapi Kurang Tegas

JAKARTA, RIMANEWS - Yusuf Supendi, salah satu pendiri Partai Keadilan dan sekarang berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera, mengaku sangat mengenal sosok Hidayat Nur Wahid. Di mata mantan anggota Majelis Syuro PKS ini, Hidayat merupakan orang yang tidak memiliki ambisi dalam hal kekuasaan.

“Waktu akan diusung menjadi Ketua MPR RI pada 2004, dia sempat menolak keras,” ujar Yusuf, Kamis, 22 Maret 2012. Namun setelah bertemu dan berdiskusi dengan Yusuf, Hidayat pun akhirnya berani bersaing memperebutkan kursi Ketua MPR.

Di sisi lain, sebagai seorang yang dilahirkan dan dibesarkan di Klaten, Jawa Tengah, Hidayat dianggap santun dalam bersikap. Tapi ada hal lain yang menurut Yusuf kurang dimiliki Hidayat: keberanian. “Dia kurang memiliki keberanian untuk menghadapi resiko,” ucapnya.

Sebelumnya, Hidayat Nur Wahid bersama Didik J. Rachbini maju dalam bursa pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Majunya Hidayat yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dinilai beberapa kalangan cukup mengejutkan.

Semula PKS bakal menyodorkan kadernya, Triwisaksana, yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dalam Pilgub tahun ini. Namun ternyata menjelang masa pendaftaran di KPUD Jakarta berakhir, PKS justru mengusung nama Hidayat dan Didik.

Keputusan PKS mengusung Hidayat, menurut Yusuf, menunjukkan PKS kurang percaya diri dalam Pilgub kali ini. Meski Hidayat pernah mendapatkan suara terbanyak pada Pemilu Legislatif 2004 sebagai Caleg, kata Yusuf, hal itu tidak menjadi jaminan Hidayat bakal melenggang mulus menuju kursi satu di DKI.

Jika Hidayat Nur Wahid gagal dalam Pilgub Jakarta, Yusuf menganggap itu akan mempersulit dia jika akan maju pada pemilihan umum presiden di 2014. “Kalau kalah, gimana jadi capres 2014 nanti. Lagi pula setelah jadi Ketua MPR RI lalu maju di Pilgub Jakarta, saya rasa kurang pas,” kata Yusuf. [mam/tmp]

Kata Kunci