BANJARMASIN, RIMANEWS-Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM pada 1 April mendatang sebagai sebuah kebijakan yang sulit, karena berdampak terhadap peningkatan angka kemiskinan.
Hal tersebut juga diakui Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Integrasi Nasional Sahawiyah Abdullah, Selasa (20/3), usai menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan Kesejahteraan Sosial Regional IV Kalimantan di Banjarmasin.
"Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM memang diprediksi akan berdampak pada meningkatnya angka kemiskinan," tuturnya.
Namun kebijakan yang cukup sulit ini, harus diambil guna mengurangi beban subsidi. Penaikan harga BBM secara otomatis berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat, transporasi dan lain sebagainya, sehingga angka kemiskinan pun bertambah.[ach/MI]