NEW YORK, RIMANEWS-Kecemasan tentang pertumbuhan Cina kembali memicu tekanan jual pada saham energi dan industri , tetapi terbatasnya penurunan menunjukkan tanda ketahanan bursa Amerika Serikat saat ini.
Genderang untuk melakukan aksi ambil untung sangat kencang setelah indeks S&P 500 mencapai level tertingginya dalam empat tahun terakhir, ditambah lagi tanda – tanda pelambatan pertumbuhan Cina juga menjadi katalis bagi tekanan jual.
Indeks sektor energi S&P (GSPEI) turun 1,4 persen dan merupakan yang terburuk diantara sektor lainnya.Perusahaan tambang BHP Biliton mengatakan ia melihat tanda –tanda bahwa permintaan biji Cina, yang merupakan konsumen logam terbesar didunia terlihat datar, sehingga memukul pasar komoditas dan saham.
“Kabar buruk dari CIna dimanfaatkan oleh para investor untuk mengambil nafas terlebih dahulu setelah naik cukup kencang. Namun sentimen belum berubah dan tetap bulish,” kata Mike Shea, manajer dari Direct Access Partners di New York.
Sebelumnya indeks S&P sempat naik hingga ke level tertingginya sejak Mei 2008. Meredanya kekhawatiran tentang Eropa dan membaiknya data ekonomi AS mendorong indeks S&P naik 11,8 persen sepanjang tahun ini dan 27 persen sejak Oktober tahun lalu.
Indeks S&P 500 dalam perdagangan semalam berakhir turun tipis 4,23 poin (0,3 persen) ke 1.405,52. Indeks Dow Jones industri terkoreksi 68,94 poin (0,52 persen) ke level 13.170,19, serta indeks saham teknologi Nasdaq juga turun 4,17 poin (0,14 persen) ke 3.074,15.
Ijin untuk membangun rumah AS di bulan Februari kemarin kembali meningkat dan mendekati level tertingginya dalam tiga setengah tahun terakhir menunjukkan pemulihan di sektor perumahan.
Saham teknologi Amazon (AMZN) berhasil menguat hampir 4 persen sehari setelah took online tersebut setuju untuk membeli Kica System senilai USR 775 miliar tunai. “Amazon menjadi pemimpin dalam manajemen gudang dan sesuai apa yang mereka investasikan,” kata King Lip, kepala investasi di Baker Avenue Asset Management di San Francisco. “Ini adalah pembelian cerdas.”
Saham AMZN naik 3,7 persen menjadi US$ 192,33 dengan transaksi lebih dari dua kali lipat volume rata-rata dalam 10 hari terakhir. Saham Tiffany & Co (TIF) melonjak 6, persen menjadi US$ 73,27 setelah perusahaan perhiasan tersebut memprediksikan penjualan yang lebih tinggi tahun ini didukung oleh ekspansi di Asia dan Amerika.
Saham Lions Gate Intertainment (LGF) menembus level tertingginya sepanjang waktu US$ 15,3 menjelang rilis film terbarunya yang berjudul “The Hunger Games”.Saham LGF ditutup di level US$ 15,28 per saham. Sedangkan saham Adobe System (ADBE) jatuh 3,9 persen menjadi SU$ 33,16 sehari setelah perusahaan pembuat softwer Photoshop dan Acrobat melaporkan pendapatan triwulannya melambat dibawah perkiraan.[ach]