Terimbas Kekhawatiran atas Prospek Ekonomi China, Saham Eropa Terpuruk

LONDON, RIMANEWS-Pergerakan bursa saham utama Eropa terpuruk pada Selasa (21/03) akibat kekhawatiran tentang prospek ekonomi China setelah peringatan jatuhnya permintaan bijih besi, dan sebagai respon terhadap data baru perumahan AS.

Indeks acuan FTSE 100 di London turun 1,17 persen menjadi ditutup pada 5.891,41 poin, sementara di Paris indeks CAC 40 jatuh 1,32 persen menjadi berakhir pada 3.530,83 poin dan di Frankfurt indeks DAX 30 kehilangan 1,39 persen menjadi berakhir di 7.054,94 poin.

Dalam transaksi valuta asing, euro merosot ke 1,3228 dolar dari 1,3237 dolar pada akhir Senin di New York.

"Dampak perlambatan China sangat jelas di pasar ekuitas Eropa hari ini," kata Brenda Kelly, seorang analis di CMC Markets.

Raksasa pertambangan global BHP Billiton pada Selasa mengatakan bahwa permintaan bijih besi China tampaknya datar karena ekonomi terbesar kedua di dunia itu melambat, tetapi menambahkan bahwa harga diperkirakan bertahan.

Presiden bijih besi BHP Ian Ashby mengatakan, ia yakin bahwa China akan memenuhi target pertumbuhan ekonomi lima tahun tetapi permintaan bijih besi akan segera mencapai "satu digit jika itu tidak ada."

Saham pertambangan cepat terpukul.

"Komentar dari BHP Billiton bahwa permintaan untuk bijih besi menyusut telah menyebabkan sektor pertambangan mundur dengan Fresnillo, Antofagasta dan Rio Tinto di antara korban terburuk, semua tertinggal di dekat bagian bawah indeks Inggris."

China, konsumen terbesar bahan baku di dunia, minggu lalu memperkirakan bahwa ekonominya akan tumbuh 7,5 persen tahun ini, menandai perlambatan dibandingkan dengan pertumbuhan 9,2 persen tahun lalu dan ekspansi 10,4 persen pada 2010.

Dalam perdagangan di London pada Selasa, sektor pertambangan menjadi lautan merah dengan harga saham BHP Billiton tenggelam 4,05 persen menjadi 1.965 pence dan Fresnillo menyusut 5,01 persen menjadi 1.687 pence.

Antofagasta kehilangan 3,61 persen menjadi 1.201 pence dan Rio Tinto turun 4,15 persen menjadi 3,464.5 pence.

Di Paris, saham raksasa baja Prancis Arcelor Mittal merosot 3,56 persen menjadi 15,59 euro, sementara raksasa industri Jerman Thyssen Krupp mundur 3,01 persen menjadi 20,13 euro di Frankfurt.

Pasar Asia juga mundur pada Selasa karena pedagang mengabaikan dukungan positif dari Wall Street.

Hong Kong ditutup turun 1,08 persen, Sydney merosot 0,37 persen, Seoul kehilangan 0,24 persen dan Shanghai berakhir 1,38 persen lebih rendah. Sementara Tokyo tutup untuk hari libur publik di Jepang.

Saham AS juga melemah tajam di tengah kekhawatiran pertumbuhan China dan setelah laporan bervariasi pada sektor pembangunan perumahan AS yang bermasalah.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,51 persen menjadi 13.171,78 poin dalam perdagangan tengah hari.

Pasar lebih luas S&P 500 kehilangan 0,49 persen menjadi 1.402,80 poin, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq merosot 0,64 persen menjadi 3.060,93 poin.

"Kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi di China memperlemah sentimen, menyebabkan momentum kenaikan terakhir untuk saham berhenti sebentar," kata analis Charles Schwab.

"Data yang beragam pada pembangunan perumahan AS dan izin bangunan sedikit membantu saham terus naik," tambah mereka.

Data perumahan AS yang baru dibangun turun pada Februari setelah melonjak bulan sebelumnya.

Pembangunan rumah baru milik pribadi mencapai tingkat tahunan sebesar 698.000 unit, dengan kecepatan 1,1 persen di bawah revisi perkiraan Januari 706.000 unit, kata kementerian perdagangan.[ach/ant]

Kata Kunci