Thursday, 10 July 2014

Cari

Breaking News

Ketika Menteri BUMN Menjadi 'Koboi' di Jalan Tol

JAKARTA, RIMANEWS- Bak seorang koboi, Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan membuat heboh di jalan tol Slipi, Jakarta, Selasa, 20 Maret 2012. Dahlan turun dari mobilnya dan "mengamuk" karena melihat antrean lebih dari 30 mobil di gerbang tol. Sang koboi meloloskan hampir 100 mobil tanpa bayar tol.

Dengan mengenakan kemeja putih, bekas Direktur PLN ini turun dari mobil dan mengatur lalu lintas di gerbang tol. Terlihat Dahlan berada di tengah sesaknya antrean mobil.

Peristiwa berawal ketika Dahlan melajukan mobilnya ke kantor Garuda di Cengkareng untuk menghadiri rapat. Perjalanannya tersendat ketika akan masuk tol pada pukul 06.10 WIB. Dia menemukan antrean panjang di pintu tol, lebih dari 30 mobil. Ini tentu saja bertentangan dengan instruksi Dahlan Iskan saat membenahi pelayanan jalan tol. Paling panjang, sesuai instruksi Dahlan, antrean itu harusnya lima mobil.

Dahlan pun akhirnya langsung turun dari mobil menuju pintu tol. Dia memeriksa dan menemukan dua loket masih kosong. Hanya satu loket manual dan satu otomatis yang buka. Dua loket lainnya tertutup. Dahlan masuk loket itu dan membuang kursi yang ada di situ. Lalu masuk loket satunya lagi membuang kursinya juga. "Tidak ada gunanya kursi ini," kata pria kelahiran Magetan ini, Selasa, 20 Maret 2012.

Lebih dari 100 mobil disuruh lewat begitu saja tanpa bayar alias gratis. Pengemudi yang sedang lewat ternyata kenal Dahlan yang lagi mengatur mobil di pintu tol. Ia adalah Emirsyah Sattar, Direktur Utama Garuda, kolega Dahlan dalam rapat pagi ini.  "Ada apa, Pak, kok ngatur lalu lintas?" tanya Emir.  

Dahlan tidak merasa rugi sudah menggratiskan ratusan mobil yang lewat. Ia berjanji akan mengevaluasi manajemen Jasa Marga usai peristiwa ini. "(Tapi) setelah saya ngamuk tadi berubah tidak. Kalau tidak, saya akan ambil tindakan. Saya lihat mereka mampu memperbaiki diri," katanya.

Jasamarga Protes

Terkait aksi Dahlan Iskan ini, manajemen PT Jasa Marga Tbk menyatakan penolakannya jika ada antrian panjang di gerbang tol miliknya, lalu digratiskan sebagai bentuk hadiah kepada pengguna jalan bebas hambatan itu.

"Tidak bisa seperti itu (digratiskan, red) setiap kali ada antrian panjang di atas 10 kendaraan," kata Dirut PT Jasa Marga Tbk, Adityawarman di Jakarta, Selasa (20/3).

Ia menegaskan hal itu terkait dengan kemarahan Menneg BUMN Dahlan Iskan pagi tadi ketika melihat panjangnya antrian di pintu tol dekat Semanggi arah Slipi. Saat itu, Dahlan langsung membuka dua dari empat pintu tol tanpa petugas dan menggratiskan bagi pengguna jalan tol yang sedang antri saat itu.

Menurut Adityawarman, tarif tol ditetapkan melalui Keputusan Presiden. "Jadi, tidak bisa seenaknya seperti itu. Apalagi, didesak menjadi prosedur operasi standar ke depan," katanya.

Terkait insiden Selasa pagi, Adityawarman mengakui hal itu sebagai sebuah kelalaian. "Petugas dua dari empat pintu itu memang sedang telat. Padahal, kami sudah berkomitmen, petugas pintu tol seluruh cabang utama dan Jabotabek, harusnya jam lima pagi sudah di tempat," katanya.

Terhadap tindakan Menneg BUMN yang menggratiskan tol bagi sejumlah pengantri tol, Adityawarman memandangnya sebagai sebuah evaluasi. "Kali ini, kami berterima kasih kepada Pak Dahlan, yang telah memberi kejutan. Kami juga langsung membahasnya dalam rapat rutin tadi pagi," katanya.

Siap Membayar

Sementara itu, Dahlan Iskan sendiri mengaku bersedia membayar tagihan pembayaran tol, untuk sekitar 100 mobil yang dia loloskan di pintu tol.

"Kalau Jasa Marga merasa dirugikan, suruh tagih ke saya. Saya bayar," kata Dahlan ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (20/3/2012).

Menurut Dahlan, ketimbang mobil menumpuk di pintu tol, lebih baik ia meloloskan mobil tersebut secara gratis.

"Kalau besok masih antre di pintu tol pas saya lewat, saya gratiskan lagi. Tapi, yang penting bukan soal gratis atau tidak gratisnya, yang penting ditangani, bukan dibiarkan," ujar Dahlan.[ach/tmp/rm]