BOGOR- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku tidak takut dan gentar menghadapi ancaman dan gerakan aneh dari pihak tertentu yang ingin menggulingkannya sebagai Presiden yang sah.Padahal naiknnya BBM yang menggulingkan dirinya, rakyat hanya korban dalam kenaikan harga.SBY naif? Pemimpin yang amanah tak akan digulingkan rakyat, namun SBY lupa bahwa rezimnya korup dan rakyat dibebani ekonomi korupsi.
SBY lupa, dia lembek basmi KKN, harga sembako naik dengan lontarannya mau naikkan harga BBM, apakah dia bisa meredam kenakan harga sembako? Jelas tidak. Lalu kalau mahasiswa demo dan rakyat geram, dia balik ngancam dengan kata-kata tak takut digulingkan, padahal dia menggulingkan dirinya sendiri dengan menaikkan harga BBM. Bohong kalau rakyat sejahtera, namun justru makin miskin. ''Bacalah media dan dengarlah suara masyarakat yang jujur. SBY mustinya hentikan dusta dan pencitraan belaka,'' kata pemerhati sosial Syaefudin Simon MSi , aktivis LSM..
''SBY berwajah lembut, berjiwa lemah dan kebijakan ekonomnya menindas rakyat, badannya tambah gemuk, tapi wajahnya sembab karena konflik batinnya meninggi, '' kata seorang pengamat, Frans Aba MA.
"Kader partai Demokrat juga tidak perlu khawatir dengan semua ancaman yang bertentangan dengan hukum dan undang-undang," ujar SBY dalam sambutan ketika memberikan pembekalan puluhan petinggi Partai Demokrat di kediamannya Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/3/2012), malam.
Menurut SBY, ancaman itu harus dihadapi, dan tidak terpengaruh oleh ancaman dengan terus menjalankan tugas serta mandat rakyat sebagai Presiden.
"Biarkanlah ada kelompok seperti itu dan mari jalankan tugas masing-masing," ujar Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini.
SBY mengatakan, ancaman untuk menggulingkannya selaku Presiden merupakan fenomena politik yang dia cermati akhir-akhir ini.
"Itu adalah adanya gerakan aneh yang kalau saudara ikuti intinya dan pokoknya pemerintah SBY jatuh sebelum 2014," kata SBY.
Menurut SBY, gerakan aneh itu mencari-cari alasan menjatuhkan dirinya yang sebenarnya pihak tersebut tidak mau berjuang di alam demokrasi.
Misalnya, masuk dan berjuang lewat partai politik atau yang ingin menjadi presiden dan wakil presiden tidak mau berkompetisi dalam pemilu dan pemilihan presiden.
"Ada kelompok yang tidak mau berkeringat dan berjalan di jalur kontitusi tapi ingin jadi presiden dan wakil presiden," ujar SBY.
Dikatakan SBY, dia hanya menghormati lawan politik yang berjalan dijalur demokrasi sebab itu merupakan pembelajaran demokrasi yang baik. "Kelompok aneh yang saya dengar ancamannya untuk menggulingkan pemerintahan sah," ujar SBY.
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga Presiden ke-6 RI, meminta agar rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tak dipolitisisasi.
Kebijakan menaikkan BBM bersubsidi semata-mata dilakukan demi menyelamatkan perekonomian nasional. Meroketnya harga minyak mentah dunia membuat pemerintah perlu melakukan penyesuaian APBN 2012. SBY mengatakan, proses pembahasan rencana kenaikan BBM bersubsidi di Parlemen memang alot.
Menurutnya, hal ini terjadi karena baik pemerintah maupun DPR RI ingin menghasilkan opsi terbaik. "Itu wajar dan saya bisa terima. Tapi kalau yang terjadi adalah black campaign, berburuk sangka, apa pun digunakan sebagai peluang untuk menghadapi lawan politik, maka politik di negeri ini menyedihkan," kata SBY ketika ketika memberi pembekalan dan arahan kepada para kader PD di kediamannya di Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/3/2012).
Turut hadir pada acara tersebut, antara lain, Turut hadir pada pertemuan itu, antara lain, Wakil Ketua Dewan Pembina PD Marzuki Alie, Ketua Umum DPP PD Anas Urbaningrum, Sekretaris Jenderal PD Edhie Baskoro.
SBY mengatakan, ada kelompok tertentu yang seolah memvonis kebijakan tersebut salah dan harus dilawan. Terkait hal ini, SBY meminta jajaran PD tidak bersikap pasif dan apatis.
Para kader diminta melakukan kerja politik yang cerdas dan rasional. Mereka diminta memberikan pemahaman yang benar kepada publik terkait rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.
Tak hanya itu, SBY juga meminta para kader PD yang berada di DPR RI untuk turut berkontribusi terhadap pembahasan rencana kenaikan BBM bersubsidi, serta rencana perubahan APBN 2012.
SBY Bohong, turunkan, Kata Mahasiswa
Puluhan mahasiswa dari sejumlah universitas membakar foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Mereka mendesak agar keduanya turun dari jabatannya.
"Turunkan SBY-Boediono!" seru mahasiswa di Jalan Dipenogoro, Jakarta, Minggu (25/9/2011).
Menurut Humas koalisi mahasiswa, Denny, aksi yang dilakukan tersebut merupakan bukti komitmen dari mahasiswa. Mereka juga meminta setiap kampus di Jakarta bergerak untuk mendukung rencana tersebut. Denny mengatakan mahasiswa berencana turun ke jalan pada Rabu 28 September 2011. "Kita akan konsolidasi dahulu," ujarnya.
Menurut mahasiswa, pemerintahan SBY-Boediono telah melakukan berbagai kebohongan yang dimulai dari daftar pemilih tetap. Kebohongan itu, kata Denny, dengan menggunakan biaya besar dari skandal Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun.
"Rakyat tak perlu heran jika mantan direktur Bank Indonesia yang sangat tahu skandal Century dijadikan wakil presiden," imbuh Denny dari Universitas Bung Karno.
Denny mengatakan, kebohongan juga terjadi dengan adanya kenaikan BBM, menaikkan pajak film termasuk pajak warung Tegal. Dengan realita tersebut, Denny meminta kampus-kampus yang berada di daerah melakukan aksi serentak untuk menurunkan SBY-Boediono.
"Turunkan rezim pembohong rakyat sekarang juga," kata mahasiswa menutup aksinya.