Jumlah Kematian Ibu Hamil di Maluku Utara Sangat Tinggi

TERNATE, RIMANEWS - Dinas Kesehatan Maluku Utara berupaya menekan angka kematian ibu melahirkan dengan melakukan pelayanan kesehatan secara intensif.

"Kami akan intensifkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan berbagai upaya guna menekan angka kematian ibu saat melahirkan," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dr Husen Kausaha, di Ternate, Minggu (18/3).

Menurutnya, angka kematian ibu melahirkan di Maluku Utara masih dikategorikan cukup tinggi, yakni 85 kasus pada 2011 dan hal ini hendaknya menjadi perhatian serius dari pemda dan instansi terkait lainnya di daerah ini.

Dari data di sembilan kabupaten dan kota di Maluku Utara pada 2011, Kabupaten Halmahera Selatan memiliki angka kematian ibu saat melahirkan cukup tinggi, yakni 29 orang. Sedangkan Kabupaten Pulau Morotai angka kematian ibu melahirkan cukup rendah, yakni hanya dua orang. Pemprov Maluku Utara berupaya pada 2012 angka kematian ibu melahirkan dapat ditekan dengan melakukan berbagai program kesehatan.  

Dia mengakui, salah satu masalah dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan di Maluku Utara sesuai laporan adalah terbatasnya tenaga medis, terutama di wilayah terpencil dan pulau-pulau kecil.

"Di berbagai kabupaten dan kota di Maluku Utara, sejumlah Puskesmas Pembantu belum memiliki tenaga medis, sementara di Puskesmas pun ada yang belum memiliki dokter. Ini jelas akan menghambat upaya peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk ibu melahirkan," ujarnya.(yus/SM)