Penolakan Kenaikan Harga BBM Kian Marak, SBY-Boediono Dituding Pro-Asing

JAKARTA, RIMANEWS - UNJUK rasa menolak rencana penaikan harga BBM mulai marak terjadi di berbagai wilayah. Selain semakin meluas, para pengunjuk rasa yang terdiri dari kalangan mahasiswa dan buruh mulai menunjukkan intensitas aksi yang semakin meningkat.

Sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, misalnya, kemarin diblokade puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Jabodetabek dan Banten. Massa bergerombol di depan pintu masuk SPBU dan menghalangi setiap kendaraan yang hendak masuk mengisi bensin. "SPBU ditutup sampai BBM turun!" teriak massa yang membawa lengkap atribut HMI.

Sebagian dari mereka mulai mencoreti pagar dan aspal SPBU. 'HMI Tolak BBM', 'Turunkan SBY', tulis mahasiswa. Papan tanda masuk SPBU pun tak luput dicoreti tanda silang oleh mahasiswa.

Dalam aksi itu, pengunjuk rasa juga menggelar spanduk bertuliskan 'Pemerintah SBY-Boediono Proasing'. Pemerintah pun dituding tidak pernah membuat kebijakan prorakyat.

Tidak puas dengan aksi itu, massa mulai membakar ban sekitar 50 meter dari SPBU, di tengah jalan Cikini Raya, tepat di depan KFC Cikini. Kertas dibakar di dalam ban tersebut. Mahasiswa pun bergerak memblokade jalan ke arah Menteng dan arah Salemba. Praktis arus lalu lintas sempat macet. Aksi itu berlangsung hingga pukul 17.15 WIB.

Manajer SPBU Cikini Ardi Widodo mengatakan pihaknya rugi hingga Rp25 juta akibat aksi itu. Ia menilai aksi tersebut tidak akan berpengaruh terhadap kebijakan penaikan harga BBM dan hanya merugikan warga lain.

Tersangka

Pada bagian lain, enam mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jawa Barat ditetapkan menjadi tersangka terkait dengan aksi mereka menurunkan foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung DPR RI, Rabu (15/3). Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan mereka dikenai Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penggunaan kekerasan terhadap barang dengan ancaman hukuman lima setengah tahun penjara.

Sebelumnya, para mahasiswa itu dilaporkan oleh Pamdal Gedung DPR ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Metro Jaya karena dituding telah melakukan perusakan pigura foto SBY. Aksi mahasiswa menurunkan foto Presiden dilakukan setelah mereka beraudiensi dengan Wakil Ketua DPR Pramono Anung. Mereka menuntut tiga hal, yaitu turunkan harga BBM, usir neokolonialisme, dan turunkan SBY-Boediono.

"Sewaktu menerima mereka, Pak Pramono mencoret poin turunkan SBY-Boediono. Setelah itu, mereka pulang. Namun tiba-tiba delapan orang dari mereka menuju salah satu ruangan dan menurunkan foto Presiden. Enam orang kemudian diamankan Pamdal DPR dan dibawa ke Polda Metro Jaya," papar Rikwanto.

Di Bogor, Jabar, aksi penolakan penaikan harga BBM dilakukan mahasiswa di depan Istana Bogor. Aksi itu berlangsung ricuh sehingga seorang mahasiswa ditahan dan seorang wartawan terkena pukulan.

Di Kabupaten Tangerang, ribuan buruh yang mengatasnamakan diri Aliansi Serikat Buruh/Pekerja kemarin menggelar aksi penolakan penaikan harga BBM dengan cara menempel poster protes di dua SPBU Tiga Raksa. [mam/MI]