Thursday, 24 April 2014

Breaking News

Media Saudi dan Qatar Sebarkan Berita Bohong

RIMANEWS - Direktur kantor berita resmi Suriah (SANA) menilai peran Arab Saudi dan Qatar terkait transformasi Suriah hanya merusak kondisi negara ini.

Mehr News pada Senin (12/3) melaporkan, Ahmad Dawa dalam pertemuannya dengan delegasi media Iran di Damaskus, ibukota Suriah, memuji sikap Republik Islam Iran yang mendukung Suriah dalam perang media melawan media-media rezim Arab yang otoriter.

"Media-media Arab Saudi dan Qatar dalam menyikapi transformasi di Suriah bermain destruktif dan merusak," katanya.

Dia menambahkan, media Saudi dan Qatar dalam meliput berita transformasi di Suriah tidak sesuai dengan apa yang terjadi di negara ini, bahkan media-media kedua negara itu membesar-besarkannya.

"Terdapat 63 channel Arab selama 24 jam menyiarkan berita-berita buatan dan bohong anti-pemerintah Suriah," tegasnya.

Dia menilai penggunaan jaringan satelit Arab oleh warga Suriah anti-pemerintah yang melarikan diri ke luar negeri merupakan sikap tidak etis dan tidak profesional media Arab.

Ahmad Dawa menegaskan bahwa 80 persen perang anti-Suriah adalah perang media. Sebab, selain upaya politik dan militer asing, dibentuk pula front media-media Arab anti-Damaskus.[ian/irb]