Thursday, 10 July 2014

Cari

Breaking News

Korupsi Wisma Atlet, Alex Nurdin Lepas Tangan

JAKARTA, RIMANEWS-Terkait pengembangan penyelidikan kasus dugaan korupsi wisma atlet, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Kamis (8/3), telah memeriksa Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin.

Namun, pria yang kini tengah menjajal peruntungan untuk maju ke Pemilu Kada DKI itu mengaku tidak tahu menahu mengenai persoalan dalam proyek pembangunan wisma atlet di Jakabaring, Palembang.

Seusai menjalani pemeriksaan penyidik selama 7 jam, Alex mengatakan tidak mengerti ada tidaknya penggelembungan harga dalam pengadaan proyek senilai Rp191 miliar tersebut.

Ketika ditanya apakah pihaknya bisa menjamin kalau proyek wisma altet tersebut bebas mark up, ia hanya mengatakan itu masalah teknis dan dirinya sebagai gubernur tidak terkait.

"Wah kalau teknis, saya enggak ikut-ikutan," ujar Alex sebelum meninggalkan kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (8/3).

Pria yang kini masih menyandang status sebagai Gubernur Sumsel itu juga sempat membenarkan kalau dirinyalah yang menandatangani surat keputusan pembentukan komite pembangunan wisma atlet atas permintaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Bahkan, yang menunjuk PT Duta Graha Indah sebagai pelaksana proyek adalah komite tersebut. Namun sayangnya, meski mengaku menerima laporan terkait proyek tersebut, Alex kembali menegaskan tak terlibat persoalan teknis saat ditanya siapa sebenarnya kuasa pengguna anggaran (KPA). "Waduh aku enggak ingat tuh kalau gitu-gitu, sebab itu sudah masalah teknis," kilahnya.

Saat dihubungi, juru bicara KPK Johan Budi telah membenarkan pemeriksaan terhadap Alex hari ini memang terkait dugaan korupsi pengadaan wisma atlet. Namun, hingga kini proyek yang pengeloaan dananya merupakan tanggung jawab pemerintah Sumsel itu masih berstatus penyelidikan.

"Kasusnya masih tahap penyelidikan. Kita tengah mengumpulkan dua alat bukti yang cukup untuk membawa kasus ini ke tahap penyidikan," ujar Johan.

Selain Alex, terkait pengusutan kasus ini, KPK juga pernah meminta keterangan mantan anak buah Nazaruddin, Mindo Rosalina Manullang maupun dari PT Duta Graha Indah (DGI) seperti Direktur Utama Dudung Purwadi, Direktur Keuangan Laurencius Teguh Khasanto dan Manager Marketing Mohammad El Idris.[ach/MI.COM]