Harga BBM untuk Rakyat Dinaikkan, Presiden Sendiri Mau Beli Pesawat

JAKARTA, RIMANEWS - Tingginya harga minyak dunia membuat pemerintah berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Namun langkah pemerintah ini nampaknya tidak akan berjalan mulus. Pasalnya, selain revisi UU APBN 2012 sebagai payung hukum pencabutan subsidi itu belum direalisasikan, juga banyak suara dari parlemen yang menolaknya.

Anggota Komisi VII DPR Achmad Rilyadi dengan tegas menolak rencana kenaikan BBM dan pengurangan subsidi oleh pemerintah. "Ini adalah panggung sandiwara," kata Achmad Rilyadi, hari ini.

Dia mengatakan, seolah kenaikan BBM dirancang untuk menjadi ajang cari muka pada rakyat dengan cara menyodorkan bantuan langsung tunai yang menyusul sebagai solusi. "Ya, seperti BLT menjelang pemilu," jelasnya.

Politisi PKS ini mengusulkan sebaiknya digencarkan lagi konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG). "Selain konversi, pemerintah juga harus mengetatkan penyaluran subsidi. Dalam rapat tadi malam, (Rapat kerja Komisi VII dengan Kementerian ESDM), ada yang mengatakan subsidi itu tidak tepat sasaran, seperti ke Kepolisisn dan TNI," ujar Achmad Rilyadi.

Dia menyesalkan kebijakan pencabutan subsidi itu amat kontras dengan langkah Presiden SBY membeli pesawat kepresidenan.[ACH/WSPD/RMOL]