LONDON, RIMANEWS - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton mengatakan, AS dan Pakistan telah berkomitmen untuk memperbaiki hubungan kedua negara.
"Saya yakin hubungan kedua negara akan mengalami pasang surut. Namun hubungan ini terlalu penting untuk diabaikan bagi kedua negara. Karena itu AS-Pakistan telah sepakat untuk terus meningkatkan rasa saling memahami dan kerja sama kedua negara," ujar Menlu AS Hillary Clinton seperti dikutip Trust Jumat, (24/2/2012).
Komentar Clinton ini disampaikannya usai melakukan pertemuan selama 90 menit yang disebutnya sebagai diskusi konstruktif dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Hina Rabbani Khar di London, Inggris.
Pertemuan Menlu AS Hillary Clinton dan Menlu Pakistan Hina Rabbani Khar ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antar kedua negara menyusul tindakan militer sepihak yang kerap dilakukan AS di wilayah Pakistan.
Dalam kesempatan yang sama Menlu Clinton juga menekankan Pakistan merupakan mitra penting bagi AS untuk membantu meredakan perang di Afghanistan dimana pasukan NATO selama ini telah berjuang keras untuk memerangi kelompok Taliban.
"AS secara khusus ingin meminta bantuan Pakistan dalam menghadapi kelompok militan Haqqani yang saat ini menjadi ancaman utama bagi pasukan NATO yang berada di Afghanistan," ujar Clinton.
Dalam pertemuan itu Menteri Luar Negeri Pakistan Hina Rabbani Khar juga mendesak Pemerintah AS untuk membangun hubungan yang terprediksi, transparan dan berkelanjutan dengan Pakistan.
Terkait dengan hal itu, Pemerintah AS mengatakan pihaknya menghormati sikap Parlemen Pakistan untuk meninjau kembali hubungan bilateral kedua negara.
"Kami menghormati hak parlemen untuk meninjau kembali hubungan Pakistan-AS. Kami tentu saja sangat menghormati hak parlemen namun dalam melakukan peninjauan yang masuk akal bagi hubungan kedua negara," ujar salah seorang pejabat AS.
Clinton juga mengungkapkan adanya kemungkinan terkait kunjungan sejumlah pejabat AS ke Pakistan untuk melihat bantuan apa yang dapat diberikan AS kepada Pakistan.
Hubungan AS-Pakistan dikabarkan memburuk pasca meningkatnya serangan pesawat tanpa awak milik AS di wilayah Pakistan.
Pakistan sendiri telah menunjukkan aksi protes terhadap tindakan AS tersebut dengan menutup jalur yang biasa digunakan oleh pasukan NATO untuk memasok berbagai kebutuhan mereka ke Afghanistan. Meski kini pasukan NATO telah diizinkan untuk memasok makanan melalui jalur udara Pakistan.
Akibat serangan militer sepihak oleh pasukan AS itu juga, pihak Parlemen Pakistan tengah mengkaji kembali hubungan bilateral AS-Pakistan [mam/oke]
Kirim komentar baru