Ekonomi Eropa-China Lemah, Harga Minyak di Asia Turun

SINGAPURA, RIMANEWS - Harga minyak mentah turun di perdagangan Asia, Kamis (23/2), dipicu oleh data ekonomi dari Eropa dan China yang melemah, serta meningkatnya cadangan minyak mentah Amerika Serikat telah mengindikasikan permintaan minyak di negara itu akan turun.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet pengiriman April mencatat penurunan 47 sen ke level US$105,81 AS per barel, sementara minyak mentah Brent North Sea juga penyerahan April turun 20 sen menjadi US$122,70 per barel pada perdagangan pagi.

Raksasa perbankan Inggris HSBC mengatakan bahwa aktivitas manufaktur China terus mengalami pelemahan pada Februari karena ekspor menurun, dalam suatu pertanda krisis zona euro dan melemahnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat akan menekan permintaan di ekonomi terbesar ke dua dunia itu.

Purchasing managers'index (PMI) HSBC sebelumnya menunjukkan pada posisi 49,7 pada Februari. Dibaca di atas 50 poin mengindikasikan pertumbuhan, sementara skor di bawah tersebut mengindikasikan kontraksi.

PMI untuk jasa dan industri di Eropa yang dihimpun oleh perusahaan riset Markit juga turun ke posisi 49,7 poin pada Februari dari 50,5 poin pada Januari, mendorong kekhawatiran baru bahwa kawasan tersebut mengarah pada resesi.

Analis mengatakan bahwa pasar juga dibebani oleh prediksi American Petroleum Institute (API) bahwa inventaris minyak Amerika Serikat mengalami kenaikan 3,55 juta barel pekan lalu, mengindikasikan pelemahan permintaan di konsumen minyak utama dunia itu.(yus/MI)