NEW YORK, RIMANEWS - Harga minyak naik pada Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB), dengan Brent mencapai tertinggi enam bulan sebagian karena harapan kesepakatan utang Yunani -- membantu mengimbangi sedikit penurunan proyeksi pertumbuhan permintaan OPEC.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, naik 1,13 dolar AS menjadi ditutup pada 99,84 dolar AS per barel, lapor AFP.
Minyak mentah Brent North Sea untuk Maret naik 1,39 dolar AS menjadi 118,59 dolar AS per barel di London, tingkat tertinggi sejak Agustus.
"Harapan dari paket bail-out baru untuk Yunani, dolar AS yang lebih lemah dan risiko pasokan berkelanjutan karena Iran, Sudan dan Nigeria memberikan dorongan naik terhadap harga minyak," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch.
"Dukungan tambahan diberikan oleh kondisi dingin di Eropa yang ahli cuaca memperkirakan akan berlanjut sampai akhir bulan," tambahnya.
Para pemimpin Yunani memperbaiki bersama kesepakatan pada menit terakhir tentang pengurangan penghematan pada Kamis, membuka jalan untuk zona euro memutuskan pemberian paket bailout baru.
Pengumuman itu terjadi hanya beberapa jam sebelum para menteri keuangan zona euro bertemu untuk membicarakan kesepakatan dan penyelamatan utang bertujuan mencegah gagal bayar Yunani dan mengakhiri bab pahit dalam krisis zona euro.
Sementara itu, kelemahan ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat dan harga minyak yang lebih tinggi mendorong OPEC pada Kamis memangkas proyeksinya untuk pertumbuhan permintaan minyak global pada 2012.
Organisasi Negara Pengekspor Minyak itu sekarang memperkirakan permintaan harian tahun ini sebesar 88,76 juta barel per hari (bpd), turun dari perkiraan bulan lalu 88,90 juta barel per hari.
Permintaan energi masih lemah di Amerika Serikat. Konsumen minyak terbesar di dunia itu menggunakan rata-rata 18,1 juta barel per hari dalam empat pekan terakhir, atau 4,8 persen lebih rendah dari tingkat tahun lalu, data resmi menunjukkan Rabu.[ian/ant]