Wednesday, 16 April 2014

Breaking News

Organisasi Pembela HRW Desak Pemerintah Lepas Aktivis Papua

JAYAPURA, RIMANEWS - Organisasi pembela hak asasi manusia Human Right Watch (HRW) mendesak pemerintah untuk mencabut dakwaan kepada lima pimpinan Kongres Rakyat Papua, Forkorus Yaboisembut, Edison Waromi, August Makbrowen Senay, Dominikus Sorabut dan Selpius Bobii yang terlibat dalam kasus pembubaran kongres oleh polisi, Oktober silam.

Pengadilan terhadap kelima pimpinan kongres rakyat Papua akan digelar Senin (30/1) di PN Jayapura. Kelima pimpinan tersebut dituduh telah berbuat makar terhadap negara.

"Pemerintah Indonesia harus menunjukkan komitmen perdamaian dengan mencabut tuduhan terhadap kelima aktivis Papua ini," kata Deputi Direktur Asia HRW, Elaine Pearson dalam pernyataan resminya.

Menurut Pearson tak semestinya negera demokratis seperti Indonesia menahan warganya karena aktivitas politik mereka. HRW bersikap netral dan akan mendukung setiap aktivitas yang menyampaikan pandangan politik berbeda dengan cara damai tanpa rasa takut terhadap tekanan.

"Menggelar pengadilan ini justru akan semakin meningkatkan rasa benci rakyat Papua terhadap pemerintah Indonesia," tegas Pearson.

Pada 19 Oktober tahun lalu, polisi dan aparat keamanan membubarkan Kongres Rakyat Papua yang digelar di Jayapura setelah seorang aktivis membacakan deklarasi kemerdekaan Papua tahun 1961. Lima orang aktivis Papua, Forkorus Yaboisembut, Edison Waromi, August Makbrowen Senay, Dominikus Sorabut dan Selpius Bobii dituduh melakukan makar berdasarkan pasal 106 KUHP dan sudah ditahan sejak 19 Oktober 2011. Sementara, Gat Wenda anggota Penajaga Tanah Papua (Pepta) yang mengamankan Kongres Rakyat Papua akan diadili terpisah dengan dakwaan sola kepemilikan senjata tajam.(yus/lip6)