JAKARTA, RIMANEWS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus semakin solid ke depannya. Pasalnya, musuh Terbesar lembaga antikorupsi ini merupakan politisi yang memiliki kekuatan.
Hal ini diungkapkan Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Danang Widoyoko saat jumpa pers di Gedung KPK, Jalan Kalibata Timur, Jakarta, Minggu (29/1/2012).
“Ke depan, KPK akan mengalami berbagai dinamika seperti halnya periode lalu dimana Bibit Candra menjadi aktor dalam salah satu dinamika tersebut,” ujarnya.
Dinamika tersebut, lanjut Danang, masih akan terjadi pada periode KPK periode Abraham Samad. “Sehingga KPK Abraham pun akan menghadapi berbagai cobaan berat,” tuturnya.
Dia menjelaskan, korupsi sangat marak di Indonesia karena ongkos politik yang juga mahal. Besarnya ongkos politik tersebut membuat para politisi yang hendak menduduki jabatan publik untuk fokus hanya pada modal (dana).
“Dalam berpartai, modal utamanya adalah jaringan dan pengalaman organisasi, bukannya uang”, tegasnya.
Apalagi, tambah Danang, tahun 2012 juga merupakan ancaman bagi beberapa aset nasional di Indonesia.
“Tahun 2012 merupakan ancaman bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan aset pemerintah, juga terkait prosesi konsesi Sumber Daya Alam (SDA) seperti pertambangan, lahan pertanian, dan lain-lain”, tuturnya.(yus/okz)