Wednesday, 23 April 2014

Breaking News

Korupsi Terjadi di Semua Sektor Hingga Rugikan Uang Negara Rp 459 Miliar, Gawat!

JAKARTA, RIMANEWS - Berdasarkan catatan tren korupsi Indonesia Corruption Wacth (ICW), kerugian negara akibat kasus korupsi berdasarkan sektor, tertinggi ditempati sektor investasi pemerintah. Angkanya mencapai Rp 459 miliar.

"Di urutan kedua kerugian negara ditempati sektor keuangan daerah yang mencapai angka Rp 417,4 miliar," ujar Koordinator ICW Danang Widoyoko dalam diskusi Hasil Evaluasi ICW Terhadap Pemberantasan Korupsi 2011 dan Prospek 2012 di Kantor ICW, Jalan Kalibata Timur IV D No 6 Jakarta Selatan, Ahad (29/1).

Pada urutan ketiga kerugian negara akibat korupsi berada di sektor sosial kemasyarakatan yang mencapai angka Rp 299,0 miliar. Sementara di urutan keempat adalah sektor perbankan yang mencapai Rp 221,2 miliar.

Bukan hanya itu, kerugian negara juga terjadi akibat korupsi di sektor lain, seperti pendidikan Rp 97,7 miliar, pengairan (irigasi) Rp 92,1 miliar, transportasi Rp 88,7 miliar, dan perpajakan (retribusi) Rp 70,4 miliar. Lalu sektor energi/listrik Rp 70,0 miliar serta sektor pemilu/Pilkada/Politik/Legislasi Rp 47,7 miliar.

Kerugian negara kasus korupsi menurut modus, lanjut Danang, masih didominasi oleh modus penggelapan yang mencapai angka Rp 1.232,9 miliar. Di posisi kedua modus laporan atau kegiatan (proyek) atau perjalanan yang mencapai angka Rp 446,5 miliar. Di rangking tiga ditempati modus penyalahgunaan atau penyelewengan dengan kerugian Rp 181,1 miliar.

Untuk modus mark-up berada di posisi keempat dengan kerugian mencapai Rp 171,5 miliar dan mark-down Rp 66,4 miliar. Sementara kerugian lainya seperti modus penujukan langsung mencapai angka Rp 20,9 miliar, pungli atau pemerasan atau pemotongan Rp 16,6 miliar, penyalahgunaan wewenang Rp 9,5 miliar, penyuapan Rp 5,0 miliar, dan gratifikasi Rp 1,5 miliar.(yus/lip6)