JAKARTA, RIMANEWS-Mahasiwa harus tetap bersatu dan berada dalam kemurnian gerak. Ini harus dilakukan agar tercipta kesolidan, sehingga bisa menciptakan perubahan di negeri ini.
Demikian disampaikan aktivis 98, Bungas Thomas Fernando Duling saat berbicara dalam seminar nasional 'Adu Kuat SBY Vs Mahasiswa' di kampus Universitas Satya Negara Indonesia (USNI). Seminar ini merupakan bagian dari Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami).
"Gerakan mahasiswa hari ini harus membuktikan kemurnian gerak," kata pria yang kerap disapa Nando ini.
Masih kata Nando, ini akan berdampak pada soliditas dalam menuntut mundur SBY-Boediono yang telah mengkhianati kesejarahan Indonesia dengan mengkhianati empat tregad bangsa. "SBY-Boediono mengkhianati Pancasila, Pembukaan UUD 1945, Proklamasi dan Trisakti," jelas Nando lagi.
Selain Fernando, hadir sebagai pembicara eks Jubir Presiden Gus Dur Adhie Massardi, purnawirawan TNI Saurip Kadi, budayawan Ratna Sarumpaet dan inisiator Pansus Century Mukhammad Misbakhun., aktivis Petisi 28 Haris Rusli Moty.
Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia berkumpul dan berembuk soal masa depan bangsa yang semakin tertindas dibawah kepemimpinan SBY-Boediono. Konsolidasi sendiri masih akan berlanjut hingga esok.
Pekik kemarahan juga terdengar dari mahasiswa peserta sidang Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (KONAMI) di Universitas Satya Negara Indonesia (USNI). Mereka melempari foto SBY-BOEDIONO yang berada di pojok atas ruangan tempat sidang KONAMI berlangsung.
"Itu adalah sebagai luapan kemarahan mahasiswa terhadap SBY-BOEDIONO dan simbol bahwa mahasiswa sudah bersatu untuk menuntut SBY-BOEDIONO mundur!" tegas Deny Ardiansyah, humas KONAMI sesaat setelah keluar dari ruang sidang, Jumat (27/1/2012) malam.
Ditambahkan Deny, setelah masing-masing delegasi mahasiswa yang mewakili provinsinya memberikan pandangan atas permasalahan yang ada di setiap daerahnya masing-masing, semakin menjadikan SBY-BOEDIONO sebagai musuh bersama yang harus dilawan karena sudah membiarkan rakyatnya menderita.
Pertemuan KONAMI yang diikuti oleh 20 propinsi, 36 kota dan 104 kampus ini yang akan berakhir besok, 28 Januari 2012. Khusus untuk agenda besok menurut panitia bersifat tertutup untuk umum dan media. "Tapi kami akan menggelar konsprensi pers bersama pasca pertemuan," pungkas Denny.[ach/RM/SR]