Monday, 21 April 2014

Breaking News

Pemberitaan Negatif Terhadap Partai Demokrat Capai 42%, Nazaruddin Penyebabnya!

JAKARTA, RIMANEWS - Banyak isu yang sebetulnya sederhana namun dibesar-besarkan, itulah yang terjadi pada partai Demokrat. Peneliti Indo Barometer M Qodari menilai mantan kader Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin adalah penyebab gonjang ganjing yang terjadi dalam tubuh Partai Demorat.

Kasus suap Wisma Atlet yang menjeratnya terus menimbulkan cerita baru tentang kader-kader Partai Demokrat yang diduga terlibat kasus korupsi.

Cara Nazaruddin membongkar cerita-cerita seputar kasus sejak kepulangannya dari luar negeri menjadi bahan untuk menggoyang partai pemenang pemilu tersebut.

"Pemberitaannya negatif. Itu blunder untuk Demokrat. Nazaruddin di sini sebagai pusat segala tsunami Demokrat. Nazaruddin pakai acara ke luar negeri seperti film action sehingga ada cerita yang terus ditulis media masa dan ini berat sekali bagi partai,” katanya dalam acara diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (28/1).

Senada dengan Qodari, pengamat politik Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, di 2011 pemberitaan negatif terhadap Partai Demokrat mencapai 42%.

Pemberitaan tersebut menyangkut Nazaruddin dengan kasus dugaan korupsi Wisma Atlet. Selain itu, nyanyian Nazaruddin yang menyebutkan keterlibatan sejumlah kader Partai Demokrat termasuk Ketua Umum Anas Urbaningrum membuat isu-isu perpecahan internal mencuat.

"Banyak isu yang sebetulnya sederhana namun dibesar-besarkan, seperti adanya pecah kongres, pergantian Ketum dan soal Capres 2014. SBY selaku pemeran utama sebaiknya betul-betul membuat kebijakan satu atap dan menyerahkan perkara korupsi kadernya ke proses hukum," ujarnya.[ian/MI]