Saturday, 12 July 2014

Cari

Breaking News

Beranikah KPK Periksa Anas dan Mirwan Amir?

JAKARTA-Nama Ketua Umum Partai Golkar, Anas Urbaningrum bersama pimpinan Badan Anggaran DPR Mirwan Amir disebut-sebut sebagai Ketua Besar dan Bos Besar. Bernaikah KPK periksa mereka?

Sebutan tersebut terkuat setelah, terdakwa kasus suap wisma atlet, Mindo Rosalina Manullang memberian kesaksian dalam persidangan M Nazaruddin, Senin (16/1/2012) kemarin. Rosa menyebutkan, Ketua Besar yang dimaksud adalah Anas Urbaningrum, sedangkan Bos besar adalah Mirwan Amir. Menanggapi tudingan tersebut, baik Anas maupun Mirwan, membantah.

Seperti diketahui, dalam persidangan tersebut, Rosa mengakui keterlibatan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam pembahasan proyek wisma atlet bersama terdakwa utama M Nazaruddin. Melalui Angelina Sondakh, diketahui Bos Besar meminta jatah dari hasil pencairan dana anggaran wisma atlet.

Kesaksian Rosa tersebut sejalan dengan keterangan yang disampaikan terdakwa utama kasus suap wisma atlet M Nazaruddin. Dimana sebelumnya, Nazarudin pernah menyebutkan "ketua besar" yang selama ini ikut kecipratan dana wisma atlet tak lain adalah Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Tak hanya Anas Urbaningrum, nama Menteri Pemoda dan Olahraga, Andi Mallarangeng pun turut disebut-sebut, Rosa Manulang dalam kasus proyek Wisma Atlet.

Dalam kesaksian di persidangan, Rosa menyebutkan, Andi Mallarangeng mendapatkan jatah sebesar Rp 500 juta. Dana tersebut diserahkan kepada tim sukses Andi yang saat itu ikut bersaing dalam perebutan kursi ketua umum dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung, Jawa Barat pada 2010 tahun lalu.

Dijelaskannya, dana yang diserahkan tim sukses Andi Mallarangeng itu merupakan bagian dari Rp 9 miliar yang diterima terdakwa Muhammad Nazaruddin. "Itu yang Rp 500 juta, kami berikan untuk tim sukses pemenangan Pak Andi Mallarangeng di (Kongres Partai Demokrat) Bandung," kata Rosa.

Yang menjadi persoalan akankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berani memeriksa Anas maupun Mirwan ? Terlebih hingga saat ini, kedua tokoh yang namanya terseret dalam kasus wisma atlet ini, belum pernah melakukan proses persidangan.

Humas KPK Johan Budi pernah mengatakan, siapapun orangnya, jika memang terlibat akan diperiksa. "Siapa orangnya, jika dalam pengembangan nantinya diperlukan keterangannya, kami akan lakukan pemanggilan. Tapi kasus ini masih penyelidikan dan bisa berkembang,” kata Johan Budi.

Sementara Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebatian Salang, mengatakan informasi ini dapat dijadikan alasan bagi KPK untuk memulai menyelidiki semua orang yang terlibat kasus ini, termasuk Anas Anas Urbaningrum dan Andi Malarangeng. "Informasi ini dapat dijadikan alasan bagi KPK untuk memulai menyelidiki Anas dan Andi," katanya.

Kata Kunci