JAKARTA, RIMANEWS- Munculnya istilah 'ikan salmon' dan 'ikan piranha' yang dilontarkan politisi Demokrat dan PKS dinilai sejumlah pihak sebagai keretakan di tubuh koalisi. Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Iberamsjah menyatakan bahwa saling ejek antara kader Partai Demokrat dengan Partai Golkar dan PKS ini disebabkan karena kepemimpinan koalisi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lemah.
Presiden lemah dalam melakukan pengelolaan politik maupun tugasnya selaku pemangku jabatan tertinggi pemerintahan. "Ini bukan ke pribadi presiden, tetapi pada penyelesaian masalah seperti kasus mafia hukum, mafia pajak, dan Skandal Century. Selain itu juga soal manajemen koalisi," ujarnya ketika dihubungi dari Jakarta, Sabtu (7/1).
Ia menyatakan kader Partai Demokrat merasa tersinggung oleh PKS dan Partai Golkar karena bersikap kritis terhadap pemerintahan Presdien Yudhoyono. Padahal PKS dan partai Golkar merupakan mitra koalisi.
Iberamsjah mengingatkan bahwa kritik ini masih normal. Karena peserta koalisi tetap boleh bersikap kritis. Namun sayang, politisi Partai Demokrat, Partai Golkar, dan PKS tidak dapat menunjukkan sikap berpolitik yang dewasa. Alhasil, kritik yang seharusnya substansial hanya menjadi saling ejek.
"Ikan salmon, ikan teri, itu kekanak-kanakkan politik. Harusnya mereka berdebat kepada substansi kritik, bukan saling ejek. Terus terang, ini menunjukkan ketidakdewasaan, mereka semua bukan negarawan," tegasnya.
Saling ejek ini justru menunjukkan koalisi pemerintah yang dibangun selama ini semakin terlihat menggelikan. Ia menganggap koalisi ini berwajah suram.
"Ini hanya kepentingan sesaat yang diisi dengan kegiatan saling ejek, hanya membuat sakit hati dan tidak berdampak pada masyarakat," tandasnya.[ach/MI]