JAKARTA, RIMANEWS - Lantunan lagu Harmoni yang Indah karya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi menu pembuka perdagangan saham perdana di Bursa Efek Indonesia tahun ini. Lagu tersebut dinyanyikan secara koor oleh seluruh hadirin yang datang di acara itu.
Seorang pemandu memimpin hadirin untuk menyanyikan lagu tersebut. Lagu ini dilantukan dengan iringan sebuah band yang bermain di sebuah panggung di area perdagangan Bursa Efek Indonesia.
Dalam sambutannya, Presiden berharap kinerja positif Bursa Efek Indonesia pada 2011 bisa terulang tahun ini. "Semoga bisa dijaga dan ditingkatkan di masa depan," ujarnya.
Menteri Keuangan Agus Martowardoyo berharap pembukaan perdagangan oleh Presiden bakal memberi semangat dan pertumbuhan bagi investor untuk menjadi yang terbaik ditahun 2012 ini.
Tepat pukul 09.30, perdagangan saham pun resmi dibuka. Sayangnya pada momen itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1.16 poin ke level 3.821,63. Angka ini turun dibanding penutupan perdagangan 2011 Jumat pekan lalu, yang ditutup pada level 3.821,99.
Pada 2011, Bursa Efek Indonesia menjadi salah satu pasar modal dengan pertumbuhan positif sebesar 2,3 persen. Pencapaian ini jauh di atas beberapa bursa saham besar dunia seperti World Index yang tumbuh -8,6 persen, bursa saham Eropa yang tumbuh -12.7 persen, Amerika (-3.1 persen) dan Cina (-15,4 persen).
Pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu, IHSG menguat 13 poin atau 0,35 persen ke posisi 3.821. Di tahun naga emas ini, Bursa menargetkan sebanyak 25 emiten baru melantai di bursa. Jumlah ini sama dengan target dalam tiga tahun terakhir. Beberapa pengamat pasar modal memprediksi pertumbuhan tahun ini bisa tumbuh diatas 6,7 persen.
Selain itu, Bursa Indonesia mencatat transaksi harian di angka Rp 5.2 triliun, angka itu meningkat dari tahun lalu dikisaran Rp 4.8 triliun. Tahun depan, transaksi di target naik di angka Rp 5.8 triliun.(yus/tmp)