Ini Cerita tentang Hartati Murdaya: Bisnis, isu selingkuh dan Agama
Penulis :
Penyunting :
13186    0

Dokumentasi Rima

RIMANEWS-Siti Murdaya yang bernama lengkap Dra. Siti Hartati Tjakra Murdaya, menjadi perbincangan publik karena namanya terseret kasus IT KPU dalam pemilu dan pilpres 2009. Meski belum diproses KPK, namanya jadi pembicaraan dan gujingan kelas menegah, kaum terpelajar dan kaum aktivis karena kaitan IT KPU dan E=KTP yang menyeretnya. Juga isu kehutanan yang menyeret namanya.

Ia  terlahir di Jakarta, 1946 adalah Orang terkaya di Indonesia no. 13 menurut majalah Forbes 2008. Pemimpin Central Cakra Murdaya / Berca Group yang juga Ketua umum WALUBI ini terkenal sebagai pengusaha yang berjiwa filantropi?

 

Hartati Murdaya akhirnya buka suara soal Isu perselingkuhannya dengan Ketua FOX Indonesia, Zulkarnain Mallarangeng atau biasa disapa Choel. Dengan tegas. Ketua Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubl) Ini membantah dirinya. punya hubungan khusus dengan Choel.

Ketika ditanya wartawan tentang perselingkuhannya Itu seusai membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya. Rabu (2/12) sore. Hartati mengatakan. Tang katanya sama Choel Fox Itu kan...Aduh Mas...saya Ini kan tokoh agama, masak Iya saya seperti Itu (bersellngkuh-Red)."

Hartati mengatakan, isu perselingkuhannya dengan adik Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Aldan Mallarangeng tersebut tidak benar sama sekali. "Jangan dilayani lah orang gila. Kalau dilayani ya Jadi repot," ujarnya sambil berjalan menuju ruang Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya untuk melapor pencemaran nama balk terkait kasus Bank Century.

Isu perselingkuhan antara Hartati dan Choel merebak di media massa pada 24 Oktober 2009. Lalu. 26 Oktober 2009, Lleus Sungkharisma. Ketua Dewan Pembina Generasi Muda Budha indonesia, melaporkan pemberi Informasi ke media massa tersebut ke Polda Metro Jaya. Pasalnya, kata Lleus saat itu, informasi itu sangat mencederai perasaan umat Budha.

Di sebuah tabloid terbitan Ibu Kota, kata Lleus. isu Itu diembuskan diduga dari kalangan umat Budha sendiri yang Iri dengan kesuksesan bisnis Hartati. Isu lain ada umat Budha yang iri karena Hartati dekat dengan Presiden SBY. Padahal. Itu semua tidak benar dan tidak ada umat Budha yang seperti Hu.

Lantaran kasusnya merupakan delik aduan, pihak Polda Metro Jaya tidak bisa memproses pengaduan Lleus Sungkharisma terkait pencemaran nama balk menyusul beredarnya pemberitaan dugaan perselingkuhan antara Hartati Murdaya dan Choel.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya. Kombes Boy Rafll Amar, ketika Itu menjelaskan, tidak ada pemanggilan terhadap Hartati Murdaya atas laporan Lieus. "Karena kasusnya delik aduan. Terkecuali Jika yang merasa dirugikan (maksudnya Hartati Murdaya-Red) melapor." ucap Boy.

Lleus sendiri, kata Boy. melapor dalam kapasitas bukan sebagai perwakilan dari Hartati Murdaya.

Seperti diberitakan Warta Kota (24/10). pengusaha Murdaya Poo menepis kabar bahwa dia melaporkan sang Istri. Hartati Murdaya, ke polisi karena berselingkuh. "Itu kabar bohong. Saya tahu ada kabar seperti Itu dart teman-teman yang menanyakan kebenarannya," kata Poo saat Itu.

Binisnya dimulai dari usaha alat kelistrikan dan genset dibawah bendara PT Kencana Sakti Indonesia. Pada 1992 usahanya merambah ke proyek pembangkit listrik tenaga gas dan uap Tanjungpriok. Usahanya melebar ke bidang properti, perkayuan, agroindustri, dan kontraktor listrik. Ia juga menggarap usaha sepatu merek Nike dan Leugue, printer HP dan pabrik kabel listrik . Selain itu, ia juga membuka kebun kelapa sawit di lahan seluas 70 ribu hektare di Sulawesi, membangun kawasan industri seluas 300 hektare di Balaraja, Tangerang - Banten dan membeli PT. Jakarta International Expo (PRJ) senilai lebih dari Rp. 1 Triliyun.

Setelah empat puluh tahun lebih malang melintang di dunia bisnis, kini ia memiliki lebih dari 42.000 karyawan yang tersebar di lebih dari 36 perusahaan dibawah bendera Central Cakra Murdaya / Berca Group.

Beliau adalah anak sulung dari tujuh bersaudara. Ayahnya Tuan Tjakra Bhudi adalah mantan wartawan yang kemudian beralih menjadi pengusaha kayu. Terlahir dari keluarga Buddhis yang sangat taat, beliau sangat rajin membersihkan, menyapu dan mengepel Wihara serta mencuci jubah bhikkhu. Ia bercita-cita menjadi seorang biarawati, bahkan sempat menimba ilmu agama hingga ke Sri Langka. Namun keluarganya melarang dan memaksanya terjun ke dunia bisnis.

Menikah pada Mei 1971 dengan Murdaya Widyawimarta Poo (Poo Tjie Guan) dan dikaruniai 4 orang anak :

  • Prajna Murdaya ( menikah dengan Irene Tedja - Putri dari Alexander Tedja pemilik Pakuwon Jati Group)
  • Metta Murdaya
  • Uppekha Murdaya
  • Karuna Murdaya
  • Ketua umum DPP Walubi -Perwakilan Umat Buddha Indonesia
  • Pimpinan Yayasan Kepedulian Sosial Paramita
  • Ketua Dewan Kehormatan Yayasan Kemanusiaan Tzu-Chi International
  • Anggota MPR RI
  • Anggota Komite Ekonomi Nasional
  • Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat
  • Beredarnya pemberitaan seputar perselingkuhan ketua Walubi, Hartati Murdaya dengan Andi Zulkarnain  Mallarangeng alias Coel membuat umat Budha resah. Atas nama Umat Budha, Lieus Sungkharisma melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya, untuk mengusut siapa penyebar isu tersebut.“Kami melaporkan bukan hanya media saja, tapi narasumbernya juga saya laporkan karena atas informasinya pemberitaan ini beredar,” ujar Ketua Dewan Pembina Generasi Muda Buddha Indonesia, Lieus Sungkharisma, kepada wartawan, Senin (9/11).

    Isu Selingkuh Ketua walubi Hartati Murdaya dedngan Andi Zulkarnaen Mallarangeng Membuat Umat Budha resah

    Isu Selingkuh Ketua walubi Hartati Murdaya dedngan Andi Zulkarnaen Mallarangeng Membuat Umat Budha resah

    Menurut Lieus, pemberitaan  itu sangat menyudutkan umat Buddha sehingga mereka merasa resah. Bahkan adanya berita tersebut juga rawan perpecahan di kalangan pengikutnya. “Kami sebagai umat merasa resah dengan peberitaan di salah satu media cetak mingguan. Dalam tulisannya sumber berita dinilai ‘miring’, seolah-oleh dilaporkan oleh umat Buddha sendiri yang tidak suka dengan Ibu Hartati Murdaya,” imbuhnya.

    Lieus datang ke Polda Metro Jaya untuk diminti keterangan sebagai saksi pelapor dalam kasus pencemaran nama baik ketua Walubi.Isu perselingkuhan  itu berkembang pada tanggal 22, tanggal 24 bahkan muncul disalah satu media harian ibu kota. “Pada (26/10) lalu  saya lapor,” tambahnya.Dia juga menjelaskan, pihak penyidik juga akan segera memeriksa pihak terkait dengan tentang berita miring yang melibatkan Adik Menpora tersebut.

    “Ibu Hartati, Pak Murdaya, Coel Mallarangen dan Kapolsek Menteng nanti juga akan diperiksa, tapi saya belum tahu kapan pemanggilan ketiga orang tersebut,” tuturnya.

    Menurut Murdaya Poo sang suami dari Hartati Murdaya, kedatangan polisi beberapa waktu silam  berkaitan dengan gosip bahwa istrinya berselingkuh dengan Andi Zulkarnain Mallarangeng atau Coel, adik Menteri Pemuda dan Olah raga Andi Alifian Mallarangeng, di rumahnya. “Saya baru dengar tadi sore dari teman saya.”

    Mendengar itu, Murdaya meneruskan, ia pun menghubungi Coel untuk menanyakan kabar angin tadi. Kepadanya Coel menyatakan pada Rabu malam Coel bersama istrinya di daerah Pecenongan, Jakarta Pusat. “Mereka makan bubur di sana,” katanya. Menurut Murdaya, kabar itu diembuskan oleh pecandu narkoba. “Otak orang itu pasti terganggu.”

  •  

     

    Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Siti Hartati Murdaya membantah kabar dirinya terlibat dalam penjarahan hutan di Nunukan, Kalimantan Timur.
    Ada lebih 30 izin perkebunan dan pemanfaatan hutan yang dilaporkan ke KPK, dimana dua diantaranya milik Hartati Murdaya. Menurut laporan tersebut, langkah Bupati Nunukan, yang menerbitkan izin pemanfaatan hutan, merugikan negara triliunan rupiah.

    "Tuduhan itu dinilai mengada-ada dan tidak sesuai fakta. Bahkan cenderung sebagai kampanye buruk yang merusak citra Partai Demokrat dan mencemarkan nama baik," ujar Staf Khusus Hartarti Murdaya, M Al Khadziq kepada INILAH.COM, Sabtu (25/12/2010).

    "Itu berita fitnah dan bohong, perusahaan Bu Hartati justru melakukan penyelamatan hutan di Nunukan. Kami akan lakukan langkah hukum," tambahnya.

    Untuk diketahui, Hartati Murdaya ikut disebut-sebut dalam laporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh mantan anggota DPRD Nunukan, Abdul Wahab Kiak, beberapa waktu lalu.

    Dalam laporan itu, Bupati Nunukan Abdul Wahid Ahmad dituduh menerobos berbagai aturan dalam penerbitan izin pemanfaatan hutan, sehingga menyebabkan terjadinya penjarahan hutan, illegal logging, dan pembalakan liar. Nah lho.
    Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, mengaku geram melihat banyaknya kayu sitaan polisi hasil pembalakan liar.

    "Ini bukti bahwa aktivitas pembalakan liar masih ada. Saya sangat geram selama masih ada pembalakan liar," ungkap Zulkifi Hasan saat meninjau lokasi penyitaan kayu hasil pembalakan liar di PT. Hartati Hartono Jaya Plywood (PT.HJP) di Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (23/6).

    Tidak terlihat adanya aktivitas karyawan saat rombongan Menteri Kehutanan yang didampingi Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak masuk ke areal PT. HJP.

    Namun, aktivitas perusahaan yang dinyatakan pailit sejak 2009 lalu itu mulai terlihat ketika rombongan berada di dalam areal perusahaan. "Jadi memang illegal logging (pembalakan liar) itu nyata. Buktinya, pabrik plywood yang telah dinyatakan pailit ini sejak 2009 tetap berjalan," katanya.

    "Semua ini menjadi fakta yang menunjukkan perusahaan ini tetap beroperasi dan bisa menerima kayu dari sumber tidak jelas, pekerjaan tidak jelas, tidak memiliki ijin tidak punya surat-surat. Ini baru satu lokasi dari tiga perusahaan dan belum lagi tempat-tempat lain," kata Menteri Kehutanan.

    Menteri Kehutanan mengaku terkejut saat berdialog dengan beberapa karyawan yang umumnya wanita itu mengatakan tidak mengetahui pemilik perusahaan tersebut.(Berbagai sumber)