Sunday, 20 April 2014

Breaking News

Habis Kesabaran, Warga Gerebek Dua Sejoli Mesum di Kantor Koperasi

BIREUEN, RIMANEWS - Sebuah Kantor Koperasi Simpan Pinjam (KSP) sekaligus mess karyawan, dibongkar warga Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Sabtu (15/10) dini hari. Warga marah lantaran koperasi itu telah sekian lama dijadikan lokasi kumpul kebo. Perangkat desa setempat sudah beberapa kali mengingatkan, namun dicuekin. Hingga masyarakat dan para pemuda menangkap dua sejoli yang belum menikah saat tidur berduaan, sekitar pukul 02.00 wib.

Informasi yang dihimpun Metro Aceh (Grup JPNN), pelaku khalwat yakni Pagogap Pandiangan (23) warga Desa Bete Mele, Kecamatan Lembo, Morawali. Sementara pasangan kencannya, Fira Maifianti (18) warga Desa Tanoeh Anoe, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Selain itu, enam rekan tersangka yang dituduh mendukung perbuatan mesum ini, serta diduga kerap melakukan perbuatan serupa di lokasi itu, juga digelandang ke markas polisi syariat (WH) Bireuen. Diantaranya, Binsar Naiggolan bin Herman Nainggolan (23), Darwin bin Kristo (21) warga Seuneubok Teungoh, Peureulak Aceh Timur, Poltak Ferdinan Sihotang (25), Junaidi bin Abdullah (20) warga Tambon Baroeh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Nasir bin Marzuki (18) warga Kuala Leunge Baroh, Peureulak dan Mustaqim bin Abu Bakar (20). Mereka diamankan ke markas WH, karena dugaan terlibat aksi prostitusi terselubung pada lokasi yang berpaut beberapa meter dari Masjid Cot Gapu.

Sekdes Cot Gapu, Alfian kepada  Metro Aceh, menjelaskan, warga sudah gerah melihat aksi penghuni rumah di kantor itu. Pasalnya, setiap malam kerap terlihat perempuan berkumpul bersama para lelaki yang menetap di mess koperasi ini. Bahkan, hingga larut malam mereka masih terlihat bercengkrama. Namun, karena berdalih ada kegiatan pekerjaan maka hanya ditegur dan diingatkan, agar tidak melakukan perbuatan melanggar Syariat Islam. Apalagi aktifitas mereka menjadi sorotan warga yang tak ingin desanya dikotori maksiat.

Menurut Alfian, kecurigaan lokasi itu menjadi arena kumpul kebo setelah beberapa waktu lalu, warga melihat tiga perempuan muda masih berada di kantor KSP hingga larut malam. Kondisi ini ternyata sudah sering terjadi. Namun perangkat desa yang bersikap bijak hanya membatasi jam kerja kantor hingga pukul 22.00 wib. Apabila melanggar batas waktu ini, maka segala luapan amarah warga harus ditanggung sendiri.

“Karena mengabaikan peringatan itu, maka warga melakukan penggerebekan dan berhasil menemukan pasangan lain jenis sedang tidur bersama. Sedangkan dua kamar lain dihuni oleh beberapa lelaki,” jelas Alfian.

Kades Cot Gapu, Azhari, juga  yang mengecam perbuatan asusila dua sejoli ini. Dia mendukung tindakan warganya yang menciduk pasangan mesum itu, apalagi aktifitas prostitusi terselubung ini sudah tercium sejak awal. Beruntung masyarakat dan pemuda setempat tidak bertindak anarkis.

”Kami mengecam keras aksi maksiat yang melanggar Syariat Islam ini. Kami mendukung proses sesuai hukum, sementara itu perangkat desa akan segera memusyawarahkan solusi terbaik untuk penyelesaian masalah ini. Apakah diteruskan sesuai hukum syariat Islam, ataupun ditempuh jalur hukum adat,” ujar Azhari.

Kasi Penyidik dan Penyelesaian Masalah WH Bireuen, Drs Tgk M Daud saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya belum dapat melakukan penyidikan terhadap semua tersangka. Namun, dari pengakuan Fira Maifianti keduanya sudah sering berhubungan badan. Bahkan selain tiga kali di TKP itu, juga pernah melakukannya di lokasi lain seperti di dalam mobil bersama Pagogap. Petugas ikut menyita beberapa HP, SIM, ATM dan beberapa surat penting milik tersangka. [mam/jpnn]

Kata Kunci