Thursday, 10 July 2014

Cari

Breaking News

Pihak Istana Kebakaran Jenggot, Bambang Soesatyo Tantang Andi Arief

JAKARTA, RIMANEWS - Anggota Panitia Pengawas (Panwas) kasus Bank Century Bambang Susetyo balik menantang staf khusus Presiden Andi Arif yang sebelumnya menuding Bambang memberitakan kabar bohong bahwa Hesham dan Rafat menang dalam Pengadilan Arebitrase Internasional.

"Saya tantang Andi Arif untuk menunggu hasilnya. Siapa yang benar. Siapa bilang proses pengadilan gugatan belum dimulai? Apakah Andi Arif bisa buktikan proses itu belum dimulai? Berita kemenangan Hesham dan Rafat itu diterima berbagai pihak di Jakarta, Kamis (8/9) sore," ujarnya di Jakarta, Selasa (13/9).

Bambang menjelaskan, jika pengadilan Arbitrase Internasonal sudah menjatukan vonis, itu berarti pengadilan sudah mendengarkan jawaban pemerintah RI yang dijadwalkan pada 17 Agustus 2011 lalu.

Menurutnya, Andi Arif pantas bereaksi miring sebab gugatan abitrasi itu membuat meriang pihak Istana.

Sebab, jika benar keputusan atau vonis Pengadilan Arbitrase Internasional memenangkan gugatan Hesham Al Waraq dan Rafat Ali Rizvi dalam kasus Bank Century di Indonesia otomatis menjadi tambahan bukti tentang penyalahgunaan wewenang untuk memaksakan bailout Century.

"Kemenangan Hesham dan Rafat itu mengonfirmasi ada pihak yang menggelapkan dana bailout itu," terangnya.

Keputusan pengadilan Arbitrase Internasional, menurutnya, akan mewajibkan pemerintah RI membayar triliunan rupiah kepada Hesham dan Rafat.

Dengan demikian, bailout Bank Century akan membengkak lebih dari Rp6,7 triliun.

Dirinya juga mengatakan kemenangan Hesham dan Rafat itu secara tidak langsung memaksa penegak hukum Indonesia mengkaji lagi urgensi kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia mem-bailout Bank Century, dan membuka lagi penyelidikan tentang aliran dana bailout itu.

Menurutnya, jika kedua pemilik Century itu merasa dirugikan dengan bailout, berarti dari sisi Hesham dan Rafat, bailout itu dipaksakan.

Penegak hukum perlu mempelajari motif dari bailout Century yg dipaksakan itu.

"Pertanyaannya, dialirkan ke mana saja dana bailout Rp6,7 triliun yang sudah dicairkan sebelumnya. Sebab, menurut mereka, kebutuhan Bank Century hanya Rp632 miliar," tegasnya.

Bambang menambahkan gugatan itu berlandaskan pada pertimbangan bahwa dalam konteks investasi, Hesham dan Rafat merasa dirugikan atas kebijakan 'menyimpang' dan tidak lazim pemerintah RI dalam mem-bailout Bank Century sebesar Rp6,7 triliun. Sehingga, keduanya kehilangan Bank Century.