Tak Sanggup Bayar Denda Perselingkuhan, Supadi Gantung Diri
Penulis :
Penyunting :
1143    0

Dokumentasi Rima

LAMONGAN, RIMANEWS- Bingung dan tidak sanggup membayar uang ganti rugi Rp 3 juta untuk menutup kasus perselingkuhannya dengan istri orang, Supadi (51) warga Dusun Rungkut, Desa Tunggunjagir, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan nekat bunuh diri dengan cara gantung diri.

Ulah nekat korban itu dilakukan pada Jumat malam (19/8), setelah tidak sanggup memenuhi permintaan Mu (48), suami Ti (46), perempuan yang diselingkuhinya selama Mu ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lamongan karena tindak pidana. Saat ditinggal dalam tahanan, Ti hamil muda. Masyarakat pun mulai ramai membicarakan bahwa Ti hamil karena laki-laki lain.

Saat itulah mulai menyebar kabar bahwa Ti berbadan dua karena ada hubungan gelap dengan Supadi. Atas desakan tokoh masyarakat setempat, Ti akhirnya mengakui ada hubungan asmara dengan Supadi. Oleh warga persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan hingga Ti melahirkan bayi hasil hubungan gelapnya. Syaratnya, Supadi harus membayar Rp 1 juta sebagai biaya persalinan Ti. Uang itu kemudian diserahkan kepada Kepala Dusun Rungkut, Sarkim (50), dan selanjutnya diberikan kepada Ti.

Saat Mu masih menjalani hukuman, ia sudah mendengar isu istrinya berselingkuh. Begitu Mu bebas, ia kembali mengungkit kasus itu. Bahkan melalui Sarkim (50), Mu terus mendesak kepada Supadi agar membayar Rp 3 juta lagi sebagai kompensasi sakit hatinya karena istrinya diselingkuhi korban. Mu mengancam akan melaporkan masalah ini ke polisi dan media jika Supadi menolak membayar uang denda.

Namun, karena Supadi hanya petani miskin, ia tidak sekaligus memenuhi tuntutan Mu. Ia terus berjanji suatu saat pasti akan dibayar. Hampir setiap hari, Supadi pun didesak agar segera melunasi uang yang diminta Mu.

Puncaknya, Kamis (18/8) sekitar pukul 11.00 WIB, Supadi berkeluh kesah dan menceritakan masalah yang dihadapi kepada istrinya, Asning (50). Menurut Asning, suaminya bercerita sedang bingung dan kalut pikirannya karena ditagih terus soal uang Rp 3 juta yang diminta oleh Mu .”Waktu itu bapakne (Supadi) sudah pernah memberi uang Rp 1 juta lewat Pak Kasun katanya untuk membantu biaya persalinan,” ungkap Asning. Ternyata uang Rp 1 juta dianggap belum cukup, Mu masih minta tambah Rp 3 juta.

Sejak Kamis siang hingga Jumat malam, menurut Asning, suaminya tidak berani keluar rumah dan mengurung diri dalam kamar. “Tidak ada yang tahu tiba-tiba bapakne saya temukan sudah menggantung di dapur,” ungkap Asning.

Korban diketahui kali pertama oleh Asning saat hendak masak persiapan sahur. Saat itulah ia dikagetkan melihat suaminya menggantung dengan leher terlilit tali plastik warna hijau di belandar dapur rumahnya. Asning kemudian memberitahu Suprapto (31), anaknya bahwa Supadi menggantung bunuh diri. Kondisinya, lidah menjulur dan keluar sperma di alat vitalnya.

Kapolsek Mantup, AKP Djoko Bisono, meyakini bahwa korban murni meninggal karena bunuh diri dengan cara gantung diri. ”Sudah jelas penyebabnya dan tidak ditemukan bekas penganiayaan,” kata Djoko Bisono. [ach/surya]