Saturday, 12 July 2014

Cari

Breaking News

Kaum Hawa Rentan Terkena Osteoporosis

RIMANEWS-Osteoporosis atau keropos tulang memang bukan penyakit mematikan, namun ketidakpedulian menjaga kesehatan tulang mampu mengurangi kualitas hidup seseorang. Masalah ini nyatanya lebih banyak diderita kaum hawa.

Osteoporosis merupakan keadaan tulang di mana tulang menjadi keropos, tanpa mengubah bentuk dan struktur luar tulang, akan tetapi daerah dalam tulang menjadi berlubang, sehingga muda patah.

Osteoporosis, yang dinyatakan sebagai masalah kesehatan serius oleh Departemen Kesehatan RI pada 2006, telah menjadi salah satu penyakit berbahaya di Indonesia dalam kurun 11 tahun terakhir. Menurut data Persatuan Osteoporosis Indonesia (PEROSI), sekira 41,8 persen pria dan 90 persen wanita di Indonesia menunjukkan gejala osteoporosis. Sementara, 28,8 persen pria dan 32,2 persen wanita telah menderita osteoporisis.

Lebih lanjut, usia di atas 50 tahun, angka kejadian osteoporosis pada wanita 1 di antara 3 sedangkan pada pria adalah 1 di antara 5. Berkaca dari data tersebut, wanita ternyata lebih rentan terhadap osteoporosis.

“Kodratnya, wanita harus hamil, melahirkan, dan menyusui. Janin harus tumbuh tulangnya, itu didapat dari kalsium yang dikonsumsi ibunya. Kalau asupan kalsium ibu hamil kurang, janin akan mengambilnya dari tulang dan gigi ibu, ini adalah dua bagian tubuh yang paling banyak kalsiumnya. Makanya kalau gigi ibu hamil mengalami karies, itu tanda kalsiumnya kurang,” papar dr Fiastuti Witjaksono MS SpGK pada talkshow “Kesehatan Tulang dan Sendi untuk Perempuan Aktif Indonesia” di Hotel Shangrila, Jakarta, Rabu (27/7/2011).

Ketika hamil, ibu harus mendapat asupan kalsium yang tinggi agar tulang janin tumbuh dengan baik. Tulang merupakan jaringan ikat khusus yang bersama dengan tulang-tulang lainnya membentuk sistem kerangka. Tanpa rangka tulang, bentuk badan akan seperti kantong kempis, tidak dapat berdiri, berjalan, mengangkat barang, atau kegiatan lainnya.

Dikutip dari buku “Pencegahan Dini Osteoporosis” oleh Dr Sonja Roesma SKM AAK, diperkirakan pada 2050, bila tidak dilakukan upaya pencegahan sejak dini, jumlah lanjut usia akan meningkat menjadi 70 orang. Ini berarti, penderita osteoporosis juga akan meningkat 80 persen, di antaranya wanita. Faktanya, proses pengeroposan tulang meningkat tajam setelah usia 50 tahun pada wanita dan 60 tahun pada pria.

Gaya hidup seperti diet ketat yang dilakoni kebanyakan wanita juga turut meningkatkan risiko osteoporosis. “Hati-hati terutama untuk wanita yang terobsesi kurus seperti imej model yang dilihatnya. Di Amerika saja, sekarang untuk menjadi seorang model, Indeks Massa Tubuh mereka tidak boleh kurang dari 17. Karena diketahui efek buruknya tidak hanya untuk kesehatan secara keseluruhan, tapi juga risiko terhadap osteoporosis,” lanjutnya.

Ketika tulang menjadi tipis, tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Bahayanya, patah tulang akibat osteoporosis merupakan penyebab fatal kelumpuhan bahkan kematian. Kecukupan kalsium, salah satunya bisa didapat lewat susu. Sayang, banyak wanita menghindari susu lantaran dianggap menggemukkan badan. Angka kecukupan kalsium untuk usia produktif 19-50 tahun adalah 1.000 mg per hari, takarannya sepadan dengan 2 gelas susu mengandung kalsium.

“Untuk yang lactose intolerant (alergi laktosa-red), makanlah produk susu dalam porsi kecil, bertahap, dan tingkatkan menjadi porsi yang lebih besar. Yogurt, misalnya, mengandung laktosa karena diberi bakteri baik, meski kadarnya 30 persen lebih sedikit daripada susu. Lalu, kombinasi produk susu dengan makanan lain,” imbuhnya.

“Menurut penelitian, konsumsi susu malam hari lebih bagus karena kalsium dalam susu dapat membantu agar osteoplas atau sel.[ach/okez]