Hakim Bebaskan Bos Playboy Indonesia, FPI Protes!

JAKARTA, RIMANEWS - Front Pembela Islam (FPI) mengecam atas bebasnya eks Pemimpin Redaksi Majalah Playboy Indonesia, Erwin Arnada. FPI menilai bebasnya Erwin, sebagai tragedi hukum yang menciderai perasaan jutaan umat Islam di Indonesia.

"Karena MA membela dan melindungi teroris moral. Sejak kapan MA berubah menjadi mahkamah asusila?" kata Ketua Umum FPI Habib Muhammad Rizieq bin Husein Shihab, Jumat (24/6/2011) mengutip okezone.

Rizieq menambahkan, atas putusan ini, pihaknya akan menyambangi MA untuk mengklarifikasi Ketua MA Harifin Tumpa atasan putusannya tersebut yang dianggap kontroversial.

"FPI juga akan mendesak Presiden dan DPR agar ikut peduli dengan tingkah laku hakim yang menciderai rasa keadilan jutaan umat Islam Indonesia. FPI juga akan meminta KY (Komisi Yudisial) untuk periksa Harifin Tumpa," tegasnya.

"Harifin Tumpa keblinger menjadikan Playboy sebagai produk pers. Padahal orang awam pun tau kalau Playboy adalah produk pornografi. Aneh hakim porno bisa jadi pentolan MA," pungkas Rizieq.

Seperti diwartakan sebelumnya, Erwin Arnada akhirnya menghirup udara bebas setelah MA mengabulkan Kasasi kasusnya. Erwin keluar dari LP Cipinang sekira pukul 15.30 WIB.

Dia didampingi pengacaranya Todung Mulya Lubis serta artis Luna Maya. Luna tampak keluar lebih dulu dari Lapas, kemudian disusul Erwin, Todung serta sejumlah pengacara lain.(ian/Oz)

Kata Kunci