FIFA Lagi Cari Solusi Soal Jilbab Timnas Putri Iran
Penulis :
Penyunting :
975    0

Dokumentasi Rima

RIMANEWS - Wakil Presiden FIFA menyatakan bahwa federasi ini akan berupaya untuk mencari solusi bagi partisipasi tim sepakbola putri Iran dalam turnamen internasional dengan tetap mengenakan jilbab.

Kantor berita IRNA (9/6) melaporkan, Wakil Presiden FIFA, Pangeran Ali bin al-Hussein mengatakan, "Masalah penting ini akan saya kemukakan kepada Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) dan FIFA, untuk merumuskan solusi tepat soal kendala ini."

Ditambahkannya, "Olahraga sepakbola memiliki semangat kejujuran dan penghormatan tersendiri dan saya yakin kita dapat menemukan solusi dalam hal ini."

Pangeran Ali asal keluarga kerajaan Yordania itu, mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung sepakbola perempuan.

"Dan agar semua perempuan di berbagai benua dunia dapat menikmati olahraga yang idah ini, kami membulatkan tekad untuk menuntaskan masalah tersebut," tuturnya.

Di lain pihak, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Yordania, Mustafa Moslehzadeh dalam konferensi persnya, menilai keputusan FIFA terhadap timnas sepakbola putri Iran yang dilarang bertanding karena alasan jilbab, sepenuhnya bermuatan politis. Dikatakannya, "Larangan bagi timnas sepakbola putri Iran untuk bertanding dengan rivalnya dari Yordania putaran kedua tahap seleksi untuk Olimpiade 2012 London, merupakan pelanggaran HAM dan konvensi internasional."

Moslehzadeh menambahkan, "Sangat disayangkan sekali para delegasi FIFA dan tim wasit menawarkan solusi (bertanding tanpa jilbab dan menggunakan topi yang disetujui oleh FIFA) kepada para anggota timnas putri Iran. Dan jelas bahwa timnas sepakbola putri Iran menolak usulan tersebut."

Menurutnya, "Jika FIFA bersikeras memaksakan kostum tertentu terhadap para pemain bola Muslim, maka banyak pemain bola dari negara-negara Arab dan Islam yang tidak mengikuti pertandingan.

Moslehzadeh menegaskan bahwa Iran akan memberikan seluruh kemudahan bagi kaum perempun untuk berpartisipasi di berbagai jenis olahraga dengan tetap menjaga nilai-nilai Islam.(ian/irb)

Norwegia Hadapi Teroris. -dibaca 891 kali