Sunday, 20 April 2014

Breaking News

Bonny Hargens: Parpol di DPR Seperti Mafia

JAKARTA, RIMANEWS- Pengamat politik dari Universitas Indonesia Boni Hargens, menilai parpol yang duduk di DPR saat ini tak ubahnya seperti mafia yang merasa paling benar dan bisa melakukan segalanya. Semua orang yang bersinggungan dengan parpol harus membayar upeti, baik itu pengusaha, birokrasi, maupun rakyat.

“Parpol yang ada di DPR itu sama dengan mafia. Siapapun yang bersinggungan dengan dia maka orang yang bersangkutan wajib membayar upeti jika memang ingin selamat. Jika itu tidak dilakukan maka jangan harap urusannya bisa lancar. Ini berbahaya bila terus dibiarkan,” kata Boni melalui surat elektronik yang dikirimkan dari Berlin, Jerman, Minggu (4/6).

Setiap kelompok mafia, kata dia, memiliki tokoh yang dituakan dan di dalam partai adalah mereka yang dikenal masyarakat sebagai pemilik partai. Mereka inilah yang menentukan segala langkah kebijakan organisasi yang dipimpin maupun anggota-anggotanya. Jika berseberangan maka nasib buruk akan menjemput.

Mafia, sambungnya, juga memberikan keuntungan bagi orang-orang tertentu dan mendudukkan orang-orang dalam posisi di pemerintahan atau perusahaan-perusahaan miliki Negara. Biasanya negara yang dikuasai mafia mengalami kemunduran baik secara teknik birokrasi maupun ekonomi. Mereka kemudian mengontrol para pejabat birokrasi demi penguatan kelompoknya.

“Ini persis dengan apa yang dilakukan oleh parpol di mana mereka menempatkan orang-orang mereka di tempat-tempat yang strategis. Dengan demikian maka selain kesetiaan terhadap kelompok mafia yang menempatkan mereka, orang-orang itu juga dapat memberikan kontribusi materi ke parpol. Mafia ini juga akan meminta uang perlindungan pada kelompok bisnis yang ada, kalau tidak mau bisnisnya diganggu atau mendapatkan order dari pemerintah,” tegasnya.

Menurut dosen yang sedang menempuh pendidikan doktor di Freie Universitaet Berlin itu, struktur organisasi mafia pun sama dengan parpol. Cuma memang ada sedikit perbedaan di mana struktur organisasi mafia tidak diketahui publik, sementara parpol diketahui publik. Namun, struktur organisasi keduanya memainkan peran yang sama dengan hieraki yang kuat yang membangun kekuatan dengan penekanan, kekerasan, dan pengaruh kekuatan poltik.

“Kekuatan politik di Indonesia ini juga terorganisasi seperti mafia. Saat ini pengertian mafia adalah sinonim dengan organisasi kriminal dengan persekongkolan yang menggunakan kekerasan. Bedanya dengan parpol hanya terletak pada legalitas saja."[ach/MI]