Thursday, 17 April 2014

Breaking News

Tokoh Lintas Agama Kembali Ajukan 5 Tuntutan Pada Rezim SBY

JAKARTA, RIMANEWS – Sejumlah tokoh lintas agama kembali menyoroti kinerja pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kali ini, mereka menyoroti maraknya praktik korupsi dan insiden kekerasan yang mengatasnamakan agama.
 
Menurut keterangan dari Sekjen PP Muhammadiyah, Abdul Mukti, korupsi di Indonesia saat ini sudah merasuki seluruh bidang. Selain itu, persatuan bangsa pun tengah terancam oleh beragam konflik dan kekerasan yang dilakukan kelompok garis keras.
 
“Kelompok garis keras dengan bebas sebar luaskan paham ekslusif yang membenarkan paksaan dan kekerasan terhadap semua yang mereka tak sukai. Rakyat juga semakin kehilangan kepercayaan kepada para wakilnya dan kepada pemimpinnya,” kata Abdul Mukti saat jumpa pers di Taman Ismail Marzuki, Kamis (19/5/2011).
 
Karena itu, para tokoh lintas agama mengajukan lima tuntutan kepada seluruh pihak khususnya pemerintah guna menyikapi persoalan ini. Di antaranya, pemerintah diminta untuk mengatasi persoalan bangsa dengan empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika).
 
“Kami juga menuntut agar pemerintah menghentikan pembiaran kekerasan oleh garis keras dan massa beringas. Serta mengubah arah perekonomian Indonesia agar rakyat kecil dapat turut merasakan,” tandasnya.
 
Selain itu, para tokoh lintas agama meminta agar pemerintah berani memberi prioritas tertinggi kepada pengakhiran korupsi dan kembali menjadi pengawal keadilan untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa diskriminasi apapun. Acara ini dihadiri sejumlah tokoh seperti Syafii Ma’arif, Salahuddin Wahid, Pdt Andreas A Yengawoe, Martinus Situmorang, dan Ida Pedande Sebali Tianyar Arimbawa.[ach/okz]