JAKARTA, RIMANEWS - Anggota Komisi I DPR RI, Roy Suryo mengatakan diplomasi Indonesia masih jauh dari harapan. Bahkan, anggota Fraksi Partai Demokrat itu menyebutnya sangat buruk. Bahkan kata dia, urusan untuk kasus kekerasan terhadap Pembantu Rumah Tangga (PRT) saja jarang memanfaatkan mekanisme diplomasi sehingga Indonesia tidak bisa memainkan perannya di dunia internasional.
"Bilateral melemahkan kita. Orang kita sendiri menjadi oknum dalam perjanjian bilateral itu sendiri," kata Roy Suryo dalam diskusi bertajuk "Manfaat dan Mudharat KTT ASEAN, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/6). Karenya, Ia berharap agar Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara dalam kawasan Asia Tenggara ke-18 dapat dijadikah wadah yang tepat bagi diplomat Indonesia untuk lebih berperan.
Selain itu, Roy juga menyinggung tentang potensi masyarakat dan alam di Indonesia seharusnya bisa dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Namun sayangnya, potensi tersebut malah dimanfaatkan oleh negara lain. Ia mencontohkan kapal tanpa awak buatan tanah air yang terlebih dahulu digunakan negara lain daripada Indonesia sendiri.
"Potensi masyarakat dan alam itu luar biasa. Sekitar 10-15 tahun lalu, Indonesia terpandang karena potensinya. Seperti industri Dirgantaranya. Komisi I pernah ke Pangkalan TNI Udara di Kalimantan, akan ada pesawat yang tanpa awak, dan ternyata Malaysia itu sudah terlebih dahulu mempunyainya, dan itu buatan Bandung," terangnya.
Menurut Roy, alam Indonesia itu kaya akan potensi, sudah seharusnya dimanfaatkan, jangan sampai disia-siakan begitu saja. "Indonesia terkesan menyia-yiakan potensi. Belanda memanfaatkan angit lewat kincirnya, Indonesia malah memikirkan nuklir, Jepang saja baru terkena dampaknya. Sebenarnya angin dan cahaya di Indonesia itu potensinya luar biasa," terang Roy.
Untuk itu, Roy menambahkan, sekecil apapun potensi yang dimiliki masyarakat dan alam Indonesia itu harus benar-benar dimanfaatkan. Malah jangan sampai terlebih dahulu dimanfaatkan oleh negara-negara lain.(ach/jpnn)