Ketahanan Pangan Dunia Dalam Kondisi Mengkhawatirkan
Penulis :
Penyunting :
1506    0

Dokumentasi Rima

JAKARTA, RIMANEWS- Ketahanan pangan di dunia dinilai dalam kondisi mengkhawatirkan. Karena itu, ASEAN perlu mengeluarkan program jaminan ketahanan pangan bagi rakyat.

Ketua ASEAN Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memperingatkan permasalahan ketahanan pangan dalam kurun waktu 10 hingga dua puluh tahun ke depan. Ketahanan pangan sangat dipengaruhi oleh dua faktor, yakni pertumbuhan penduduk dan fluktuasi harga pangan.

Dalam pidato pembukaan The 18th ASEAN Summit di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (7/5), Presiden Yudhoyono mengingatkan populasi penduduk dunia akan mengalami peningkatan pesat dari 7 miliar jiwa menjadi 9 miliar jiwa pada tahun 2045.

"Bangsa-bangsa di muka bumi akan menghadapi kompetisi, untuk memperoleh sumber-sumber penghidupan yang terbatas. Kompetisi untuk energi, untuk pangan, dan untuk air bersih dan dapat diminum, menjadi bagian dari kompetisi global," ujarnya dihadapan kepala negara ASEAN.

Permasalahan populasi ini menjadi rumit ketika harga pangan dan energi sangat fluktuatif. Ia menyatakan ketahanan pangan merupakan tantangan terbesar bagi ASEAN. Maka dari itu program ASEAN perlu mengorientasikan pada kesiapan jaminan ketersediaan pangan bagi rakyat.

"Tidak perlu terlalu jauh, untuk memproyeksikan apa yang terjadi dalam kurun waktu 10 atau 20 tahun ke depan, saat ini saja kita sedang menghadapi harga pangan dan energi yang sangat fluktuatif, yang cenderung terus meningkat di pasar dunia," jelasnya.(ach/MI)