DENPASAR, RIMANEWS - Polda Bali masih bersiaga menyusul ancaman teror dan isu kiriman puluhan tabung gas ukuran 3 kilogram yang akan diledakkan di Bali.
Kapolda Bali Irjen Pol Hadiatmoko langsung menepis isu tersebut. Menurutnya dari amatan intelijen dan jajarannya, belum ada indikasi teror bom gas.
“Tidak ada itu. Kami tetap meningkatkan kewaspadaan, jangan sampai lolos masuk ke Bali,” ucap Hadiatmoko seusai sertijab Kabid Humas Polda dari Kombes Pol I Gde Sugianyar ke[ada Kombes Pol Hariadi di Mapolda Bali, Selasa (26/04/2011).
Hadiatmoko menambahkan untuk mengantisipasi teror bom, pihaknya mengerahkan dua per tiga kekuatan untuk operasional di lapangan.
Setiap saat jajarannya terus melakukan razia kendaraan roda empat, khsususnya mobil boks di tempat-tempat rawan.
Sejuah ini dari razia yang dilakukan, tidak menemukan adanya barang-barang mencurigakan yang ditengarai bom.
Kapolda kembali menegaskan, bahwa Pulau Bali tetap kondusif dan tidak ada teror bom. Demikian pula pelaku teror belum ada yang masuk ke Pulau Seribu Pura itu.
Dari penelusuran mantan Wakabersikrim Mabes Polri ini, polisi tidak menemukan anggota jaringan teroris ahli listrik yang berada di Bali.
Isu adanya paket kiriman tabung gas 3 kilogram yang didisain khusus seperti bom listrik ini merebak dan menggegerkan warga Bali sejak Minggu 24 April lalu.
Tidak tanggung-tanggung, menurut informasi yang beredar di masyarakat itu, ada 90 tabung gas 3 kilogram telah lolos dari Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, dan siap diledakkan di sejumlah lokasi.
Sejumlah lokasi menjadi target sasaran teror bom, satu di antaranya adalah Depo Pertamina Manggis di Kabupaten Karangasem.
Sejak itu, pengamanan ketat dilakukan kepolisian dengan melakukan pemeriksaan di pintu-pintu masuk Bali seperti Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Padangbai, Pelabuhan Benoa, dan Celukan Bawang.(ian/oz)