Friday, 18 April 2014

Breaking News

Delapan Kantor Dinas di NTT Terbakar, Gubernur Kaget!

KUPANG, RIMANEWS - Kantor Gubernur NTT lama yang ditempati delapan  dinas, yakni Dinas Pendapatan Daerah, Badan Kesbangpol, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kantor Pelayanan Perizinan Satu Pintu, Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan NTT, Badan Narkotika Daerah, Badan Penanaman Modal Daerah, dan Samsat, nyaris ludes terbakar, Senin 25 April 2011.  

Selain delapan kantor dinas itu, yang juga mengelamai musaibah serupa adalah Kantor Perwakilan UNICEF di Kupang.  Api dengan cepat menyambar seluruh bangunan dan lambannya upaya pemadaman yang dilakukan, sehingga seluruh bangunan yang ada tidak dapat diselamatkan.

Sejumlah dokumen aset daerah tidak dapat diselamatkan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Saksi mata Paulus Lede  mengatakan kebakaran terjadi sejak pukul 03.30 WITA. Ia melihat ada bola api yang berasal dari bagian tengah bangunan disertai bunyi ledakan.

Api langsung membesar dan merambat ke bagian ruangan lainnya. Kebakaran diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik dan bunyi ledakan serta bola api diperkirakan berasal dari mesin pendingin ruangan (AC).

"Saya lihat ada api dari bangunan bagian tengah, lalu disertai bunyi ledakan yang cepat merambat dan menghanguskan gedung tersebut," katanya.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan, kebakaran tersebut menghanguskan hampir seluruh ruang. Bahkan ruangan di lantai dua  ludes terbakar. Selain itu dokumen-dokumen penting ikut hangus terbakar.

Dia mengatakan telah memerintahkan stafnya untuk segera mengamankan dokumen penting, serta lokasi tempat kejadian perkara (TKP). "Saya sudah perintahkan 8 kepala dinas yang menggunakan kantor ini segera memberikan laporan lengkap," katanya.

Kebakaran itu juga menyebabkan aktivitas perkantoran lumpuh total. Pelayanan di delapan kantor dinas dan badan yang menempati Kantor Gubernur lama terhenti.

Sejumlah warga yang hendak mengurus surat-surat, seperti surat kendaraan bermotor di Kantor Samsat Kupang terhenti, karena kantor itu juga ludes terbakar. "Saya kaget melihat gedung Samsat sudah ludes terbakar. Padahal, saya datang mau mengurus surat-surat kendaraannya," kata Imanuel Loja warga Kota Kupang.

Dia juga mempertanyakan surat-surat kendaraan bermotor, seperti BPKB dan STNK miliknya yang masih tersimpan di kantor tersebut. "Bagaimana dengan surat-surat kami. Apakah juga ikut terbakar," tanya dia.

Sementara itu, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kantor tersebut tidak bisa melaksanakan aktivitas, karena kantor mereka sudah ludes terbakar. Mereka hanya berupaya mengumpulkan dokumen-dokumen penting yang tidak ikut terbakar.(b2/ian)