DAMASKUS, RIMANEWS - Panglima Angkatan Laut Iran, Laksamana Muda Habibullah Sayyari telah menyangkal ancaman dan ketakutan setelah dua kapal perang Iran berlayar melalui Kanal Suez sehingga menjadi pelayaran pertama melalui terusan itu selama lebih dari 30 tahun.
"Tindakan kami sejalan dengan hukum internasional. Pelayaran armada Iran menuju pelabuhan Lattakia, Suriah tidak berhubungan dengan perkembangan yang sedang terjadi di kawasan tersebut," kata Sayyari kepada pewarta, Senin.
Sayyari menyatakan hal tersebut di Kedutaan Besar Iran di Damaskus dimana Iran dan Suriah menanda tangani surat perjanjian bagi kerja sama Angkatan Laut. Sebanyak dua kapal perang Iran berlabuh di pelabuhan Lattakia, Suriah pada 22 Februari setelah berlayar melalui Kanal Suez menuju kawasan Mediterania.
Iran mengatakan bahwa pelayaran itu berguna untuk misi latihan namun Israel mengatakan bahwa hal tersebut provokatif. Panglima tinggi tersebut mengatakan bahwa Iran "tidak berniat menantang" dengan mengirimkan dua kapal perang menuju Mediterania dan menegaskan bahwa pelayaran itu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Iran. [mam/republika]