Thursday, 10 July 2014

Cari

Breaking News

Diancam Digulingkan, Presiden SBY Kembali Marah!

JAKARTA, RIMANEWS- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyayangkan pihak yang menghendaki rakyat Indonesia menggulingkan presidennya seperti di Mesir. Pasalnya, kondisi saat ini berbeda dengan Mesir di rezim Hosni Mubarok.

"Tidak semudah itu lantas Indonesia pasti akan menjadi mesir. Termasuk yang mengancam saya, awas indonesia kita mesirkan! Jangan ancam-mengancam lah! Dan kondisinya berbeda," ujar SBY dalam wawancara denga salah satu TV swasta Sabtu (12/2/2011).

Sebelumnya kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengancam akan membuat Indonesia seperti Mesir dan Tunisia jika pemerintah membubarkan FPI. FPI menilai pernyataan tegas Presiden SBY mengenai pembubaran ormas anarkis tak bermutu.

-Tak Usah Marah

Sosiolog dari Universitas Indonesia Thamrin Amal Tomagola menilai tidak seharusnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) marah menyikapi aksi kekerasan di Cikeusik, Pandeglang Banten maupun di Temanggung, Jawa Tengah.

Presiden tidak seharusnya meluapkan kemarahan tersebut dengan memirintahkan membubarkan organisasi massa yang anarkistis. "SBY lebih pantas malu dari pada marah," katanya saat diskusi bertema Kekerasan Makin Keras, Warung Daun Cafe, Jakarta Sabtu (12/2/2011).

Menurut Thamrin, kemarahan seorang pemimpin harus diterjemahkan secara sistemik. Sebab, kejadian seperti di Cikeusik tidak terlepas dari buruknya kinerja aparat dan intelijen yang ada. Dalam konteks inilah presiden harus marah. “Kinerja polisi parah, presiden harus benahi polisi, intelijen tidak berfungsi, dan presiden harus benahi itu,” katanya.

Namun, staf khusus Informasi dan Komunikasi Presiden Ahmad Yani Basuki tidak sependapat dengan hal itu. Menurutnya, di era otonomi daerah, tidak semua persoalan harus dibawa ke Jakarta. "Seandainya masing-masing daerah juga punya perangkat dan diberi kewenangan tapi tidak dilakukan, jangan salahkan kepada yang atas,” katanya.(lip6/ian)