Kasus Ahmadiyah Banten, Merasa Terancam, Arif Butuh Perlindungan!
Penulis :
Penyunting :
1026    0

Dokumentasi Rima

JAKARTA, RIMANEWS- Saksi kunci peristiwa penyerangan Ahmadiyah di desa terpencil di Cikeusik, Pandeglang merasa terancam. Pasalnya, Arif adalah orang yang merekang perlakuan sadistis yang menimpa tiga jemaah Ahmadiyah.

Kuasa hukum Arif ), menegaskan, kliennya bukan tersangka. Ia adalah calon korban yang selamat sehingga harus dilindungi.

Menurut dia, Arief adalah saksi yang nyawanya terancam. Kini, ia berada di bawah Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Arif mendatangi kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas Ham), pagi tadi. Lewat konfrensi pers, Komnas Ham menjelaskan, Arif adalah korban yang selamat. Ia berniat membantu kepolisian untuk mengungkap kasus ini. Bahkan, ia juga sudah memberikan rekaman gambar asli kepada Kapolri.

 Arif mendatangi Mabes Polri, Jumat siang pukul 11.50 WIB. Arif dan Komisioner Komnas HAM masuk ke Gedung Bareskrim melalui pintu Puslabfor Mabes Polri. Seolah mereka menghindari wartawan yang telah menunggu di depan dan belakang gedung sejak pagi.

Tak jelas mengapa mereka terkesan menghindar dari wartawan. Ketika dikonfirmasi, anggota tim hukum yang dibentuk Ahmadiyah, Chairul Anam juga tidak mengetahui maksud Arif masuk melalui pintu Puslabfor Polri yang terletak disamping Gedung Bareskrim.

"Kita sama-sama korban yang tidak bertemu di sini," canda Chairul Anam di Mabes Polri, Jakarta, Jumat 11 Februari 2011.

Gambar yang diambil Arif terlihat diambil dengan cara leluasa. Meskipun video itu diambil di tengah kerusuhan, tak ada gangguan dari massa penyerang maupun Jemaat Ahmadiyah kepada Arif.

Terkait hal itu, Chairul mengatakan Arif sendiri merupakan orang yang profesional untuk mengambil gambar, baik untuk kepentingan biasa maupun advokasi. "Kenapa dia mengambil gambar dengan tenang, mungkin karena jam terbang," kata dia.

Namun demikian, kata Chairul Anam, ada beberapa hal yang membuat Arif tidak tenang. "Dia terancam. A ini sendiri bagian dari tim media. Bagian dari 17 orang ini (Ahmadiyah dari Jakarta)," kata dia. (vv/ian)