Sunday, 20 April 2014

Breaking News

Indonesia: Negara Majemuk Yang Perlu Terus Dipelihara!

JAKARTA , RIMANEWS ----– Para tokoh lintas agama kemarin merayakan pekan harmonisasi umat beragama sedunia untuk mendukung kebinekaan Indonesia.

Acara yang dinamakan World Interfaith Harmony Week (WIHW) itu diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta.Menurut Ketua Presidium Inter-Religious Council Indonesia Din Syamsuddin, acara ini termasuk dalam agenda Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengimbau seluruh umat beragama agar merayakannya setiap tahun pada minggu pertama Februari. Menurut Din,acara ini bertujuan untuk meningkatkan keakraban umat beragama. Kerukunan beragama di Indonesia juga perlu ditingkatkan karena negara ini mengandung kemajemukan yang apabila tidak dikelola dengan baik akan rawan konflik.“Agama mempersatukan kemajemukan bahasa dan budaya,” kata Din pada sambutan pembukaan WIHW.

Ketua Umum PP Muhammadiyah ini juga berharap dengan keakraban, umat beragama akan terhindar dari kekerasan dan semakin kuatnya tali silaturahmi. Dengan demikian persatuan antarumat beragama dapat ditingkatkan dan dikembangkan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa kecuali. WIHW dihadiri oleh enam tokoh lintas agama serta para tokoh nasional. Keenam tokoh agama di antaranya Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) JS Wawan Wiriatma, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) I Dewa Putu Sukardi, Ketua Komisi Hak Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Petrus Mandagi,Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Slamet Effendy Yusuf, dan Ketua Perwalian Umat Budha Indonesia (Walubi) Philip K Wijaya.

Acara ini juga dihadiri Sekjen World Conference on Religion and Peace William P Vendley. Dalam sambutannya Ketua Umum MATAKIN JS Wawan Wiriatma mengatakan, fungsi agama adalah untuk menciptakan kedamaian. Dia menegaskan,walaupun berada di tengah perbedaan,masyarakat harus tetap berada dalam satu wadah negara kesatuan. Kemajemukan agama itu, lanjut Wawan, juga tidak boleh menjadi sumber perpecahan ataupun konflik yang hanya menimbulkan kesengsaraan. Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB ini diisi oleh berbagai macam pentas seni yang mengusung tema keanekaragaman agama.

Seperti Barongsai Huang Lou yang sering menang di kejuaraan dunia, pencak silat Muhammadiyah, tari kecak PHDI.Turut memeriahkan beberapa artis seperti grup band Debu yang berkolaborasi dengan penyanyi dangdut Iis Dahlia dan musisi Dwiki Darmawan.Juga ada Edo Kondolongit,Delon,dan Rossa. Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman berpendapat, segenap pimpinan negara baik di legislatif, eksekutif maupun yudikatif, lembaga swadaya masyarakat dan tiap pemuka agama harus merajut toleransi keagamaan sehingga dapat memangkas rasa curiga dan membangun saling pengertian. Di tengah permasalahan kenegaraan, baik itu di bidang hukum, politik maupun ekonomi, ujar Irman, para tokoh agama memiliki peranan penting untuk mengajak umatnya berdamai.

“Agar pembangunan bangsa bisa berlanjut di tengah asas demokrasi,”ujarnya. Ketua DPR RI Marzuki Alie membenarkan bahwa keberagaman agama dapat menjadi konflik kepentingan jika tidak dikelola dengan baik.Dalam era globalisasi saat ini, urai politikus dari Partai Demokrat ini,memang perlu kesadaran moral dan religi untuk bisa bertahan hidup. Ketua MPR RI Taufik Kemas dalam sambutannya menyatakan kegembiraannya atas acara ini karena merupakan ajang silaturahmi dan penyampai pesan kepada setiap umat beragama agar hidup harmonis antarsesama manusia.

“MPR dan pemerintah dengan penuh tanggung jawab terus menyosialisasikan empat pilar, yakni Pancasila, UUD 1945,NKRI,dan kebinekaan sebagai pembinaan fundamentalis keagamaan,” tandas suami Megawati Soekarnoputri itu. (neneng zubaidah)

 
 (Juf/SI)