KBRI Kairo Bantah Kabar Adanya WNI Tewas di Mesir
Penulis :
Penyunting :
852    0

Dokumentasi Rima

KAIRO, RIMANEWS-Kedutaan Besar RI di Mesir membantah laporan bahwa seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Imanda Amalia menjadi korban dalam kerusuhan di Mesir.

"Tidak ada WNI jadi korban di Mesir," kata Kepala Fungsi Penerangan, Sosial dan Kebudayaan KBRI Kairo, Iwan Wijaya Mulyatno kepada wartawan ANTARA Munawar Saman Makyanie di Kairo, Kamis.

Menurut Iwan, KBRI sudah melakukan kontak dengan berbagai pihak di Mesir termasuk badan PBB yang mengurusi pengungsi Palestina (UNWRA).

KBRI juga telah melakukan kontak dengan Kedutaan Australia di Kairo, namun tidak mengetahui ihwal nama tersebut, tambahnya.

"Pihak PBB di Mesir juga telah melakukan cek ke semua perwakilan UNRWA dan tidak menemukan nama tersebut," kata Iwan.

KBRI juga telah menghimpun informasi dari semua WNI baik berada di ibu kota Kairo maupun di beberapa provinsi Mesir dan belum ada laporan satu pun WNI jadi korban, katanya.

Badan PBB Perwakilan Mesir itu memiliki seorang direktur dan tiga pegawai, yaitu dua pegawai asal Mesir dan satu pegawai lagi asal Yordania.

Ketua Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, Falahuddin Nursalim, yang juga mengatakan sejauh ini belum ada WNI atau mahasiswa yang menjadi korban.

"Belum ada, semua mahasiswa dalam kondisi aman dan belum terkena dampak gejolak politik di Mesir," kata Falahuddin yang juga sebagai ketua tim evakuasi mahasiswa ke Indonesia.

Falahuddin mengatakan ia menerima informasi bahwa I Made Amalia, yang disebut-sebut menjadi korban itu, adalah seorang warga negara Australia keturunan Indonesia yang bekerja di UNRWA.

Sementara itu, KBRI saat ini sedang menyiapkan evakuasi WNI kloter kedua sebanyak 422 mahasiswa dan akan terbang ke Indonesia pada Kamis malam.

Science Of Universe Minta Maaf

Sedangkan pengelola akun Science Of Universe di Facebook, Kamis, meminta maaf kepada khalayak serta masyarakat Indonesia atas pemberitaan mengenai Imanda Amalia yang belum jelas kebenarannya.

Imanda Amalia mulanya diberitakan sebagai WNI yang tewas dalam kegaduhan politik di Mesir, namun belakangan berkembang isu bahwa yang bersangkutan merupakan warga negara Australia keturunan Indonesia.

Mengenai simpang siur pemberitaan mengenai Imanda Amalia juga masih menjadi pertanyaan sebagian pengguna Facebook terutama yang terdaftar sebagai teman komunitas Science Of Universe.

Tidak hanya dalam raksasa jejaring sosial Facebook, Imanda Amalia juga ramai dibicarakan dalam situs sejenis, Twitter. Para pemilik akun Twitter juga mempertanyakan siapa sebenarnya Amanda dan benarkah ia sudah tewas dalam kerusuhan Mesir?

Dalam akun twitter Lila Budiarto, @lilaaccc, Sari Fahlevi (@sarifahlevi) menulis bahwa Imanda seorang sukarelawan negara konflik yang mengabdikan dirinya untuk membantu sesama, mujahid sejati.

"tadi..bgtu gw dpt berita itu..buka FBnya, gw liat di wall nya ucapin bela sungkawa,tp bgtu brita nyebar, FBnya lgsung nonaktif," tulis Sari.

"Yg kuingat di salah satu tulisannya, dia ingin seperti Rachel Corrie,gadis asal AS volunteer u/Palestina," tulis Sari di paragraf kedua.

Sejumlah pengguna twitter juga mengomentari bahwa foto yang dipampang sejumlah media nasional dalam pemberitaan mengenai Imanda adalah foto yang salah alias foto orang lain.

Sementara TRIBUNNEWS.COM melaporkan bahwa United Nation Relief and Works Agency (UNRWA) membenarkan adanya stafnya yang bernama Imanda Amalia meninggal dunia setelah terjebak di tengah kerusuhan saat hendak evakuasi korban dari pihak anti Mubarak, Kamis dinihari (3/2).

Juru bicara UNRWA Christopher Gunness, menurut Tribunnews.com, mengatakan bahwa Imanda meninggal dalam perjalanan menuju base camp. (Ins/Ant)

Mudik itu Indonesia - 0 komentar