Thursday, 24 April 2014

Breaking News

Kwik Ralat Besaran Investasi Sisminbakum

JAKARTA, RIMANEWS- Mantan Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan, dan Industri Kwik Kian Gie, Kamis (6/1/2011) meralat pernyataannya terkait jumlah investasi pengadaan Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) yang disampaikannya saat diperiksa Kejaksaan Agung (5/1/2011).

Hari ini Kwik mengatakan bahwa jumlah investasi Siminbakum Rp 512 juta ditambah Rp 20 miliar. Bukan hanya Rp 512 juta seperti yang dia ungkapkan kemarin.

"Maksud saya hari ini mengoreksi tidak hanya Rp 512 juta. Kesaksian dari BAP menyebutkan ada 20 miliar. Investasinya 20 miliar," kata Kwik dalam jumpa pers di Pegangsaan, Jakarta Pusat, Kamis (6/1/2011).

Kwik mengatakan, pihaknya merasa perlu meralat pernyataannya terkait investasi Sisminbakum tersebut, karena pihak Harry Tanoesoedibyo merasa keberatan dengan keterangan Kwik sebelumnya.

"Dia mengatakan, itu tidak betul. Rp 512 juta itu memang dikeluarkan, ada BAP-nya, tapi 512 juta itu adalah software awal, yang ditinjau dari segi cakupan tidak memadai keamanannya. Bisa dicrack. Itu praktis dibuang, lalu menggunakan sistem software yang namanya Linux. Pak Andi Simangungsong (kuasa hukum Hary Tanoe) mengatakan itu lebih dari 20 miliar," papar Kwik.

Meskipun jumlah investasi Sisminbakum mencapai lebih dari Rp 20 miliar, sebagai pengamat ekonomi, Kwik tetap menilai bahwa keuntungan yang didapat SRD tidak wajar. Keuntungan Rp 420 miliar dari investasi Rp 20 miliar, kata Kwik, terlampau besar dan terlihat ada akal-akalan.

"Kalau begitu ya memang bukan biasa, sifatnya diakali, karena marginnya sudah terlampau besar. Karena saya kebetulan mengetahui baik teori maupun praktek," ungkapnya.

Mengenai ada tidaknya kerugian negara dalam pengadaan Sisminbakum tersebut, Kwik enggan berkomentar. "Negara dirugikan atau tidak? Kurang lebihnya, lebih baik tidak dijawab, karena menjawab itu memunculkan opini. Tugas saya hanya menyebutkan fakta," pungkasnya.(kcm)