Keluarga Teh Ninih Terluka, Menutup Diri
Penulis :
Penyunting :
2030    0

Dokumentasi Rima

CIAMIS,RIMANEWS-Pascakabar perceraian Aa Gym-Teh Ninih ramai diberitakan media, Keluarga Teh Ninih di Cijulang Kabupaten Ciamis memilih menutup diri.

“Dibanding biasanya, kediaman Teh Ninih sekarang jadi lebih tertutup. Mungkin wajar dalam kondisi saat ini. Kami juga mendengar kabar Teh Ninih sudah bercerai, tapi secara pasti kami tidak menyaksikanya,” kata Kepala Desa Ciakar, Kecamatan Cijulang Anwar Nasihin, kepada wartawan, Rabu (5/1/2011).

H Muchsin, ayah Teh Ninih juga terlihat enggan memberikan komentar terkait kabar perceraian anaknya tersebut. Ia memilih bungkam saat wartawan mendatanginya di Pondok Pesantren (Ponpes) Kalangsari Kecamatan Cijulang Kabupaten Ciamis.

Aa Gym telah bercerai dengan istri pertamanya, Teh Ninih. Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari Aa Gym maupun Teh Ninih terkait perceraian mereka. Kabar perceraian Aa Gym dengan Teh Ninih dikuatkan pernyataan orang dekat keluarga Aa Gym, KH Miftah Faridl yang juga Ketua MUI Kota Bandung.

Kabar perceraian Aa Gym dengan Teh Ninih sendiri sebenarnya sudah beredar sejak lama. Terlebih saat Aa Gym memutuskan berpoligami dengan menikahi Alfarini Eridani atau Teh Rini, janda beranak tiga pada Desember 2006 lalu.Teh Rini merupakan mantan sekretaris di MQ Corporation. Pernikahan mereka juga disaksikan KH Miftah Faridl.

Harta Gono-Gini

Meski perceraian Aa Gym dengan Teh Ninih tidak sah secara hukum karena dilakukan berdasarkan agama, pembagian harta gono-gini tetap berlaku.

Menurut Ustaz KH Hafidz Utsman, istri yang diceraikan secara agama, meskipun pernikahannya tercatat di catatan sipil, tetap mendapatkan hak laiknya istri yang diceraikan melalui sidang di pengadilan agama.

"Hukum pernikahan dan perceraian secara hukum negara merupakan kompilasi antara hukum Islam dan negara, meskipun ada perbedaannya yaitu terkait harta gono-gini,karena hukum di kita sedikit konvensional," tutur Ketua MUI Jabar ini ketika dihubungi INILAH.COM, Selasa (4/1/2011) malam.

Hafidz kemudian mengatakan, stuktur sosial masyarakat di Indonesia mengenal harta gono-gini dalam perceraian. Dalam Islam pun, harta tersebut membaginya sesuai kesepakatan dua belah pihak.

"Di Indonesia suami-istri biasanya berperan dalam ekonomi keluarga, sehingga jika mereka bercerai secara agama pembagiannya menurut kesepakatan mereka," tandasnya.

Hafidz memaparkan, dalam perceraian secara agama, mantan suami wajib menafkahi mantan istri selama masa idah (tiga kali suci). "Kehidupan anak-anak menjadi tanggungan ayahnya, sampai usia anak-anak dewasa," pungkasnya.

Aa Gym telah bercerai dengan istri pertamanya, Teh Ninih. Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari Aa Gym maupun Teh Ninih terkait perceraian mereka. Kabar perceraian Aa Gym dengan Teh Ninih dikuatkan pernyataan orang dekat keluarga Aa Gym, KH Miftah Faridl yang juga Ketua MUI Kota Bandung.

"Saya tahu dari majalah soal perceraian tersebut. Kemudian saya SMS Teh Ninih, untuk menanyakan kabar tersebut, dan Teh Ninih membenarkannya," kata Miftah kepada wartawan, Kamis (30/12/2010) malam.

Kabar perceraian Aa Gym dengan Teh Ninih sendiri sebenarnya sudah beredar sejak lama. Terlebih saat Aa Gym memutuskan berpoligami dengan menikahi Alfarini Eridani atau Teh Rini, janda beranak tiga pada Desember 2006 lalu.Teh Rini merupakan mantan sekretaris di MQ Corporation.

Pernikahan mereka juga disaksikan KH Miftah Faridl. Dari pernikahan dengan Teh Rini, Aa Gym dikaruniai seorang anak yang diberi nama Muhammad Gheisan Ghiyya Addien.

Dari pernikahan dengan Teh Ninih pada 1987 lalu yang tercatat di PA Ciamis, Aa Gym dikaruniai tujuh anak. Ketujuh putra-putri Aa Gym tersebut, yakni Ghaida Tsuraya, Muhammad Ghazi Al-Ghifari,Ghina Raudhatul Jannah, Ghaitsa Zahira Shofa, Ghefira Nur Fatimah, Ghaza Muhammad Al-Ghazali, dan Gheriya Rahima.