Mengapa Demokrat Pilih Angie?

JAKARTA, RIMANEWS- Setelah GBHP Prabukusumo mengundurkan diri dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Angelina Sondakh terpilih sebagai pelaksana tugas (Plt) menggantikannya. Ada apa di balik penunjukan Angelina ini?

Menurut Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) Roy Suryo, ditunjuknya Angelina Sondakh berdasarkan hasil diskusi antara dirinya dengan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

"Angie, pangilan Angelina Sondakh, tidak memiliki kepentingan apapun dalam Musda yang akan digelar 22 Desember," ucap Roy di Jakarta, Senin (13/12/2010).

Anggota Komisi I DPR ini mengakui Angie bukan asli orang Yogyakarta. Wajar jika ada pihak-pihak yang heran dengan terpilihnya Angie. Tetapi, Angie bukanlah orang baru.

"Mbak Angie, bukan orang lain, orang kita, saudara kita, kakak kita. Dapilnya bersinggungan dengan Yogya, yakni Purworejo dan Magelang," paparnya.

Selain itu, Roy mengakui dirinya ditawari Anas menjadi Plt Ketua DPD Demokrat DIY, dan menolak tawaran tersebut. Alasannya, bukan karena tidak sanggup.

"Bukannya tidak sanggup. Saya menyatakan dengan situasi sekarang ini, lebih bijak orang yang tidak punya kepentingan. Pusat memberikan satu solusi yang sangat bijak," imbuhnya.

Sebelumnya, Gusti Bendoro Pangerang Haryo (GBPH) Prabukusumo, adik Sri Sultan Hamengku Buwono X, Rabu (8/12/2010) malam, secara resmi mengundurkan diri dari jabatan ketua DPD Partai Demokrat DIY, sekaligus keluar dari keanggotaan partai tersebut.

Demokrat berusaha mencari kader yang tepat untuk mengisi kekosongan jabatan. Akhirnya, Angelina Sondakh ditunjuk sebagai plt ketua DPD Partai Demokrat DIY. Terpilihnya Angie, panggilan Angelina Sondakh, menimbulkan tanda tanya. Angie dinilai orang 'luar' Yogya.

Demokrat dianggap kurang tepat memilih Angie untuk mengonsolidasikan kekuatan partai. Banyak kader-kader Demokrat asli Yogya yang lebih baik untuk menjadi Plt Ketua DPD DIY, seperti Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo.(ach/inl)