Stimulus Eropa, Dongkrak Saham AS

NEW YORK, RIMANEWS- Geliat saham Amerika Serikat (AS) kembali mencongkrak rekor tertinggi selama triwulan terakhir. Rencana Bank Sentral Eropa untuk melanjutkan stimulus diduga menjadi pendongkrak kenaikan tersebut.

Laporan penjualan ritel termasuk Abercrombie & Fitch Co dan Target Corp lebih baik dari laporan ekonomi AS dan luar negeri. Indeks Dow Jones mencetak keuntungan 117,72 poin atau 1,05% ke level 11.373. Indeks S&P naik 15,66 poin atau 1,30% ke level 1.221. Indeks Nasdaq naik 28,07 poin atau 1,10% ke level 2.577,25 saham dari 30 komponen naik, dan ditopang oleh kenaikan Home Depot Inc sekitar 5,8%. Sementara S&P ditopang oleh perusahaan keuangan dan consumer yang mencatat untung di antara grup 10 industri.

Setiap saham turun, lebih dari dua saham mengalami kenaikan di bursa saham New York. Sebelum pembukaan saham, pemerintah mengumumkan initial pengangguran claim naik dari 26 ribu ke 436 ribu minggu lalu, sementara rata-rata untuk empat minggu menurun ke 431 ribu dalam dua tahun terakhir.

Asosiasi ritel nasional mencatat kenaikan indeks penjualan sekitar 10,4% pada Oktober, kenaikan pasar buruh memberikan sentimen untuk industri perumahan.

Di Eropa, Presiden ECB, Jean Claude Trichet menyatakan bank sentral akan menawarkan akses pinjaman untuk bank pada kuartal pertama, untuk menolong kekhawatiran utang Eropa yang diprediksikan akan lebih dalam.
Saham Wimm-Bill-Dann Foods bergerak naik 28% setelah PepsiCo Inc menyatakan akan membeli mayoritas saham perusahaan Rusia senilai US$3,8 miliar.(ach/inl)

Kata Kunci