Monday, 14 July 2014

Cari

Breaking News

Imam Sudjarwo Calon Kapolri dari Kerabat Presiden? SBY Nepotisme Dong....!

JAKARTA, RIMANEWS – Berita teranyar dan mengundan banyak pertanyaan tentang siapa pengganti Kapolri adalah bahwa ternyata satu dari dua calon terkuat yang diajukan ke Presiden merupakan kerabat SBY sendiri. Kerabat SBY itu dan calon Kapolri itu adalah Komisaris Jenderal Imam Sudjarwo.

Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha memastikan bahwa dua nama calon Kepala Kepolisian RI yang diajukan ke Presiden adalah Komisaris Jenderal Imam Sudjarwo dan Komisaris Jenderal Nanan Soekarna.

"Iya, sejauh ini hanya dua. Kita tahu yang diajukan oleh Kapolri kan dua nama, Pak Nanan dan Pak Imam," kata Julian di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Selasa, 21 September 2010.

Nanan Soekarna saat ini menjabat sebagai Kepala Inspektur Pengawasan Umum Mabes Polri. Sedangkan Imam Sudjarwo yang di pundaknya baru saja disematkan bintang ketiga, adalah Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri.

Hingga berita ini diunggah, Presiden belum memutuskan siapa calon yang akan dia sorongkan ke DPR. Sesuai Undang-Undang Kepolisian, Presiden mengajukan nama calon Kapolri ke DPR untuk disetujui atau ditolak.

Julian menerangkan nama calon akan diajukan ke Senayan sebelum Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri pensiun Oktober nanti. "Pemilihan Kapolri memang masih dalam tahap finalisasi Bapak Presiden. Terus terang kami juga masih belum bisa memastikan kapan akan disampaikan dari Bapak Presiden ke DPR dan siapa yang akan diusulkan," kata Julian.

Selain itu, juga belum jelas apakah Presiden akan mengirimkan nama keduanya atau memilih satu saja.

Sebelumnya, pada 10 September lalu, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi menyatakan SBY akan mengirimkan calon tunggal (selengkapnya klik di sini). Akan tetapi, kini Menteri Sudi menyatakan Presiden masih mengolah kedua nama itu.

"Belum. Kita tunggu, dong. Saya tidak bisa memaksa untuk segera," katanya di Istana Merdeka, 21 September 2010. "Ini kan banyak masukan selain dari calon yang diajukan, mungkin Beliau (SBY) masih mengolah." 

Ditambahkan Sudi, Presiden masih mencari informasi seobyektif mungkin. "Kami mencari yang se-perfect mungkin dan informasi seakurat mungkin mengenai yang bersangkutan. Jangan ketika nanti sudah diangkat ada masalah, ada apa-apa. Kita tidak boleh gegabah," jelas Sudi.

Kerabat SBY?

Soal kabar "ada apa-apa" itu mulai ramai beredar. Entah dari mana asal-usulnya, Komjen Imam Sudjarwo tiba-tiba dikabarkan merupakan kerabat salah satu anggota keluarga Presiden SBY.

"Di Komisi III DPR kabar itu juga beredar. Informasi itu bukan dari saya. Memang, kami juga mendengarnya," kata anggota Komisi III DPR yang membidangi masalah hukum, Syarifuddin Sudding. Kebenarannya, kata Syarifuddin, akan dicek anggota Dewan.

Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha menolak menanggapi soal isu itu. "Saya tidak mengomentari soal yang Anda tanyakan. Yang diusulkan Bapak Presiden pertimbangannya tentu integritas, kapabilitas, kapasitas, dan tentu saja profesionalisme," kata Julian.

Begitu juga dengan Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Marwoto Soeto. Ia menyatakan tak tahu menahu tentang ada tidaknya hubungan keluarga itu, "Saya tidak tahu pasti soal hubungan kekerabatan itu."

Marwoto menegaskan, pengajuan Imam sebagai calon Kapolri tidak ada kaitannya dengan hubungan kekerabatan apapun. "Mabes Polri mengajukan Pak Imam karena melihat dia sebagai salah satu perwira senior, sebagaimana Mabes memandang Pak Nanan," katanya. 

Di luar soal kekerabatan itu, sejak namanya muncul di bursa Kapolri, Imam santer disebut-sebut dekat dengan Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo, adik Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Imam memang teman seangkatan Edhie Wibowo, yang namanya mulai dikenal luas setelah menjadi ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri. Imam dan Edhie sama-sama merupakan lulusan angkatan 1980 di akademi militer. Kedekatan ini dianggap menjadi keunggulan Imam Sudjarwo dibanding Nanan.

Tambahan lagi, bintang di pundak Imam baru saja bertambah. Hingga pertengahan bulan ini, dia masih berbintang dua. Dia menjadi Komisaris Jenderal setelah Presiden SBY menandatangani Peraturan Presiden No. 52 Tahun 2010 tentang Restrukturisasi Organisasi Polri. Salah satu isinya menetapkan kursi Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri dijabat perwira berbintang tiga. Kepastian Imam naik pangkat pun baru dipastikan Kapolri, 15 September kemarin.

Masih alot

Sementara itu, anggota Dewan terus mendesak agar nama calon Kapolri segera dikirimkan ke Senayan. Soalnya, menurut Nasir Djamil dari Fraksi Partai Keadilan dan Sejahtera, DPR hanya punya waktu sampai 10 Oktober untuk memilih Kapolri baru. "Masih alot saya dengar. Antara Nanan dan Imam tarik menariknya masih kuat," katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung pun berharap agar dalam minggu ini nama calon sudah masuk. "Kalau bisa sebelum Kamis," kata Pramono. Sebab, lanjut Pram, kalau sampai hari itu nama belum masuk, proses pembahasan di Badan Musyawarat DPR akan mundur ke minggu berikutnya.

"Kalau itu terjadi maka proses untuk melakukan fit and proper test dan penetapan siapapun yang diusulkan Presiden bisa terganggu," ujar Pram. "Kita tahu pertengahan Oktober Kapolri Bambang Hendarso sudah habis masa jabatannya."