JAKARTA,RIMANEWS-Komisaris Jenderal Nanan Soekarna disebut-sebut sebagai salah satu dari dua calon Kepala Polri yang akan diajukan Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kapolri akan mengajukan dua nama itu kepada Presiden dalam waktu dekat.
Siapakah sosok Nanan? Pria kelahiran Purwakarta, 30 Juli 1955, itu lulusan Akademi Kepolisian angkatan IX tahun 1978. Nanan lalu melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) tahun 1986, Sespim Pol tahun 1995, Sesko Gab tahun 1999, dan Lemhanas tahun 2005.
Apa saja jabatan yang pernah ia pegang? Tahun 1979, Nanan menjabat Dan Unit Patko Sabhara Polda Metro Jaya serta Dan Ton Patko Sabhara Polda Metro Jaya, Wada Kie III Sat Sabhara Polda Metro tahun 1979-1980, Dansek Metro Sepatan Polres Tangerang tahun 1981-1982, Dan Sat Serse Polres Tangerang tahun 1983-1984, dan Ka Komputer Puskodal Polda Metro tahun 1984.
Lalu Pasis PTIK XXI Mabes Polri tahun 1984-1986, Instruktur SPN Mojokerto tahun 1986, Ka Korsis SPN Mojokerto tahun 1987-1990, Kabag Reserse Polwil Bojonegoro tahun 1990-1992 , Waka Polresta Kediri 1992-1994, Pasis Sespim Pol XXX Sespim Polri tahun 1994-1995, Dan Yon Tar Akpol tahun 1995, dan Korspripim Polda Metro Jaya tahun 1995-1996.
Setelah itu, Nanan menjabat Kapolres Metro Jakarta Timur tahun 1996-1997, Kadit Serse Polda Kalimantan Timur 1997-1998, Pasis Seskogab Mabes Polri tahun 1998-1999, Kasubdit Kamneg Serse Mabes Polri tahun 1999-2000, Korps Spri Kapolri tahun 2000-2001, Kapolwil Purwakarta tahun 2000-2001, dan Kapolwil Bogor tahun 2001-2002.
Selanjutnya Nanan menjabat Ses NCB Interpol Indonesia tahun 2002-2003, Waka Polda Metro Jaya tahun 2003-2004, Kapolda Kalimantan Barat tahun 2004, Kapolda Sumatera Utara, Koordinator Staf Ahli tahun 2009, Kepala Divisi Humas Mabes Polri 2009-2010, dan saat ini menjabat Inspektur Pengawasan Umum Polri.
Untuk riwayat penugasan, suami dari Yatty Suprapti itu pernah menjadi perwakilan Akpol untuk Muhibah Akabri ke Jepang tahun 1978, misi perdamaian PBB ke Namibia tahun 1989-1990, dan kursus FBI Academy South West Virginia, USA.
Penghargaan yang diperoleh ayah dari Danny dan Donny tersebut adalah Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun, Satya Lencana Karta Bhakti, Satya Lencana Dwudja Sistwa, Satya Lencana Dharma, dan Satya Lencana PBB (UN).
Politikus Partai Golkar, Bambang Soesatyo, menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terlalu percaya diri dan menganggap DPR akan menerima satu nama calon kepala Polri yang diajukannya karena partai pendukungnya mendominasi parlemen.
Menurut Bambang, jika calon kepala Polri hanya satu nama yang diajukan kepada DPR, dengan terpaksa ia harus menghormati pendirian Presiden. "Terpaksa menghormati karena beberapa alasan," ungkapnya kepada Tribunnews.com di Jakarta, Jumat (17/9/2010).
Alasan pertama, pengajuan satu nama dinilai kurang demokratis karena menutup peluang jenderal polisi lain. "Idealnya diajukan dua-tiga nama agar para jenderal polisi merasa diapresiasi," katanya.
Alasan lainnya, Presiden terkesan memaksa DPR untuk memilih satu-satunya figur yang diajukannya. "DPR tidak diberi alternatif. Repotnya kalau calon tunggal itu ditolak DPR," ujarnya.
Alasan terakhir, menurut Bambang, percaya diri Presiden SBY berlebihan. Presiden yakin figur yang diajukannya pasti diterima, mengingat DPR didominasi fraksi-fraksi pendukung Presiden. "Kalau sudah begitu, jangan berharap fit and proper test nanti akan obyektif. Tidak ada esensi demokratis dalam pemilihan calon kepala Polri," tegasnya