Friday, 11 July 2014

Cari

Breaking News

Sejak tahun 50-an Artis Indonesia Sudah Bugil di Depan Kamera

Rajasa Wardhana

JAKARTA, RIMANEWS – Kasus yang menimpa artis kondang Ariel Peterpan, Luna Maya dan Cut  Tari sungguh sangat mengejutkan warga Indonesia, juga warga internasional. Beritanya pun tak sekedar menjadi konsumsi masyarakat awam, tapi juga para pengusaha, pengamat politik, cendikiawan, budayawan hingga petinggi negara. Presiden SBY pun dalam satu kesempatan secara khusus mengomentari kasus yang menimpa ketiga artis papan atas itu.

Jika kita ingin bersikap objektif. Sebenarnya, sejarah artis Indonesia yang tampil vulgar (telanjang) di depan kamera, bukan hanya hari-hari ini, bukan baru terjadi 10 atau 20 tahun, melainkan sudah berusia puluhan tahun! Sejak awal tahun 1950-an.

Pelopornya adalah Nurnaningsih. Dia bukan artis sembarangan. Diorbitkan oleh H. Usmar Ismail,  yang melahirkan film Krisis, sebagai tonggak perfilman Tanah Air. Nurnaningsih pamer tubuh di film Harimau Tjampa (1954) yang melagenda di dunia sinema Indonesia.

Sejak itu, kejadian ala Nurnaningsih berulang secara berkala. Dan kegemparan juga selalu terjadi.  Awal tahun 1970-an, lahir film yang melahirkan istilah bom seks bagi Suzana, Rahayu Effendi, dan Tuty Soeprapto.

Beberapa film yang sempat menggemparkan adalah Bernafas Dalam Lumpur yang menampilkan Suzanna yang berperan sebagai pelacur yang beradegan ranjang, juga Bumi Makin Panas yang juga dibintangi Suzanna.

Tahun 1972 lahir Tiada Djalan Lain (sutradara Hasmanan) dibintangi Debby Cynthia Dewi, putri aktor S. Bono. Dia beradegan panas dengan aktor Mandarin Alan Teng Kuang Yung dan foto-foto setengah telanjangnya pun beredar.

Debby yang saat itu baru pisah dengan Sony Mathovani menyatakan bangga main film dengan Alan Teng Kuang Yung, dan saat pengambilan adegan ranjangnya sangat eksklusif, hanya sedikit orang yang boleh ada di lokasi, yakni sutradara, juru kamera, dia dan Alan Teng Kuang Yung.

Pada tahun yang sama, beredar film Intan Perawan Kubu, dimana Yatty Octavia yang baru menyelesaikan film perdananya, juga telanjang dada di film tersebut.

Tahun 1977 alm. Drs. Sjuman Djaya menyutradarai film Yang Muda Yang Bercinta, dibintangi WS Rendra, Rudi Salam, Poppy Dharsono dan Yatty Octavia. Dalam salah satu adegannya, Poppy Dharsono lari telanjang ke arah pantai bareng Rudy Salam.

Film itu mengendap di Badan Sensor Film (BSF)  selama puluhan tahun. Bukan lantaran adegan telanjangnya, namun karena muatan kritik sosial yang ada di dalamnya.

KALENDER PORNO

Tahun 1984 berulang kegemparan dengan munculnya kalender Yanti Kosasih. Dalam pose yang vulgar dan frontal, Yanti yang sebelumnya penyanyi pop, langsung melesat namanya sebagai model bugil. Potensi vokalnya yang lumayan tenggelam dalam hingar-bingar hujatan. Bahkan Yanti menanggung ‘dosa sejarah’, dimana setiap kali muncul kasus artis telanjang di depan kamera, namanya langsung disebut kembali.

Tahun  1996 Ayu Azhari main film Without Mercy atau Autrage Fugitive produksi PT Rapi Film. Dalam film itu dia beradegan ranjang dengan Frank Zagarino. Di internet, cuplikan adegan itu masih kerap diunduh (download) sampai sekarang . Ada juga Jurike Prastica di film Pantai Laut Selatan (1988) yang juga menimbulkan kehebohan.

VIDEO PORNO

Dalam kasus artis mirip Ariel Peterpan, Luna Maya, dan Cut Tari, itu adalah dokumen pribadi. Bukan film. Itu “ekspresi artistik” pribadi, dari para pelakunya, yang kemudian bocor ke masyarakat.

Kegemparan beredarnya video intim mirip Luna Maya, Ariel dan Cut Tari bukan kegemparan yang pertama di Indonesia, karena sebelumnya muncul video porno Maria Eva dan Yahya Zaini.

Peri Umar Farouk Ketua Gerakan  Jangan Bugil di Depan Kamera menyatakan ada 800 video porno mini ‘karya’ orang Indonesia yang beredar di internet 10 tahun terakhir ini .

Dari ratusan video porno mini yang beredar di internet itu, sejauh ini yang ditangani oleh polisi – dan berujung ke penahanan – baru Ariel Peterpan. Bagaimana dengan Luna Maya dan Cut Tari yang diduga jadi lawan main dalam video mesum itu?

Kata Kunci