Ipar Presiden Mau Isi Dirut Bank Mandiri?

JAKARTA,RIMANEWS- Terpilihnya Agus Martowardojo menjadi menteri keuangan membangkitkan isu lama tentang posisi Dirut Bank Mandiri yang akan ditinggalkannya. Sejak lama kursi ini dikabarkan akan diisi Gatot Suwondo, Dirut BNI yang juga ipar Presiden SBY.

Di kalangan karyawan BNI, Kamis (20/5) rumor ini berhembus makin kencang. “Itu isu lama tapi sekarang ramai lagi menjadi pembicaraan di sini,” ujar salah seorang karyawan di Kantor Pusat BNI, Jakarta.

Rumor ini sebenarnya sudah lama terdengar. Tepatnya sejak tahun lalu, ketika posisi Gubernur BI mengalami kekosongan setelah ditinggalkan Boediono yang terpilih sebagai wakil presiden mendampingi Presiden SBY.

Ketika itu, Presiden SBY sempat mengajukan nama Agus Martowardojo (Dirut Bank Mandiri) sebagai calon Gubernur BI. Namun Agus kemudian tak disetujui DPR. Saat itu sempat beredar rumor, Agus memang diplot di kursi Gubernur BI, sementara posisi kosong di Bank Mandiri akan diisi Gatot Suwondo.

Siapa pengganti Agus Martowardojo sebagai Direktur Utama Bank Mandiri masih menjadi tanda tanya. Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, calon pengganti Agus tiga orang, satu dari luar Bank Mandiri dan dua lainnya orang dalam Bank Mandiri.

Namun, pengamat ekonomi Aviliani mendengar, besar kemungkinan pengganti Agus direkrut dari orang dalam salah satu bank terkemuka di Indonesia. "Saya dengar sepertinya orang dalam yang diambil gantikan Pak Agus," kata Aviliani seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2010 di Gedung BRI Jakarta, Kamis (20/5/2010).

Dari luar Bank Mandiri, Aviliani mengatakan, Arwin Rasyid yang kini sebagai Presiden Direktur Bank CIMB Niaga sebenarnya cocok untuk menjadi Direktur Utama Bank Mandiri.

Kenapa Pak Arwin, karena di negara untuk menduduki jabatan sekelas direktur utama yang terutama harus dikenal pasar. Sebab, kalau tidak dikenal pasar biasanya (pelaku pasar) ragu, kata Aviliani, yang juga Komisaris Independen Bank BRI ini.

Menurut dia, sosok bankir bila dikenal luas oleh pasar akan berpengaruh pada bank yang dipimpinnya. "Meskipun misalnya belum tentu memiliki kapabilitas memadai, tapi dikenal pasar ya akan banyak faedahnya bagi perusahaan tersebut. Yang dikenal pasar biasanya dianggap lebih mampu. Ini soal ekspektasi pasar," kata Aviliani.

Agus Martowardojo menanggalkan jabatannya sebagai Dirut Bank Mandiri setelah dipilih Presiden SBY menduduki jabatan Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani. Sejak memimpin Bank Mandiri, Agus sukses membawa bank tersebut sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia.

Kata Kunci